-->
Cari Berita

Breaking News

Gara-gara Taman Nasional Way Kambas, Hari Libur pun Mirza Gelar Rapat di Kantor Gubernur

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 16 Februari 2026

 

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di TNWK (ist/inilampung)

INILAMPUNGCOM - Senin (16/2/2026) ini merupakan hari libur nasional atau tanggal merah. Artinya, kantor pemerintahan tutup dan pegawai pun tidak ke kantor. Namun tidak demikian bagi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.


Senin siang ini ia ada di kantor Gubernur Lampung di Telukbetung. Ngapain? Memimpin rapat membahas Taman Nasional Way Kambas (TNWK). 


Tidak tanggung-tanggung. Rapat membahas mitigasi dan penanganan interaksi negatif di TNWK itu digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Kantor Gubernur Lampung.


Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung, Senin 16 Februari 2026, pada rapat di hari libur nasional gara-gara "gumek" di TNWK pukul 13.00 WIB itu, Gubernur Mirza didampingi Kepala Dishut Yanyan Ruchyansyah. 


Siapa peserta rapat? Agenda Harian Gubernur hanya menuliskan: undangan yang telah ditentukan. 


Menurut kalkulasi inilampung.com, undangan yang telah ditentukan itu terdiri dari pimpinan Balai TNWK, Pemkab Lampung Timur, dan TNI AD. 


Belakangan, TNWK memang banyak persoalan. Yang pamungkas adalah adanya harimau jantan berusia sekitar lima tahun yang diketahui lewat bekas jejaknya berada di sekitar kawasan kebun nanas PT Great Giant Pineapple (GGP) di wilayah Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Jum'at (13/2/2026) petang.


Harimau Sumatera itu biasanya berburu mangsa antara pukul 18.00 WIB sampai 05.00 WIB, dengan menyusuri wilayah tepi hutan yang berbatasan dengan kebun warga. 


Itu sebabnya, pihak Balai TNWK dan PT GGP melarang warga dan karyawan perusahaan beraktivitas di atas pukul 16.00 WIB. Pada beberapa lokasi, pihak perusahaan telah memasang banner meminta warga dan karyawan waspada.


Sampai Minggu (15/2/2026) malam, harimau Sumatera yang meninggalkan jejak sejak dua hari lalu itu, belum terendus keberadaannya.


Sebelumnya, kasus kebakaran menghanguskan 2.685 hektar lahan TNWK. Peristiwa ini diduga ada unsur kesengajaan. Namun sampai saat ini belum diketahui siapa pelakunya.


Kawasan TNWK yang dibakar itu berada pada beberapa wilayah. Yaitu di Resort Rawa Bunder seluas 107,06 hektar, di Resort Susukan Baru 271,99 hektar, Resort Umbul Salam 792,43 hektar, dan di wilayah Resort Toto Projo 277,42 hektar.


Yang terparah berada di kawasan Resort Rantau Jaya. Setidaknya 1.236,53 hektar lahan yang menjadi korban kebakaran. 


Kepala Balai TNWK, Zaidi, melalui humas Selasa, 27 Januari 2026, menjelaskan untuk wilayah Resort Rawa Bunder dan Susukan Baru berhasil dipadamkan jilatan apinya pada Minggu, 25 Januari 2026 malam, sedangkan wilayah Resort Toto Projo dan Umbul Salam baru pada hari Senin, 26 Januari 2026 siang. (zal/inilampung)

LIPSUS