-->
Cari Berita

Breaking News

Gubernur Mirzani dan Sekdaprov Marindo Tidak Ikut ke Malaysia: Penerbangan Rutin Baru Maret 2026

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 11 Februari 2026


ilustrasi

INILAMPUNGCOM --- "Gegap gempita" menyambut kegiatan Inaugural terbang perdana pesawat dari Bandara Radin Inten II ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) hari Kamis (12/2/2025) besok, tampaknya langsung "lesu darah."

Karena dipastikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Sekdaprov Marindo Kurniawan tidak ikut dalam kegiatan  "dimulainya lagi" ada penerbangan internasional melalui Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan, tersebut.

Benar begitu? "Pak Gubernur besok ada agenda di luar daerah. Saya juga menghadiri agenda dengan KPK," kata Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, Rabu (11/2/2026) siang.

Jadi siapa petinggi Pemprov Lampung yang akan ikut ke Malaysia? "Yang pasti nanti ada perwakilan dari Pemprov Lampung  ikut dalam penerbangan perdana tersebut," jelas Marindo. 

Penerbangan internasional Bandara Radin Inten II - KLIA baru akan dilaksanakan sepekan dua kali -Senin dan Kamis- mulai awal bulan Maret mendatang.

"Perjalanan hari Kamis besok itu cuma penanda aja kalau Bandara Radin Inten II ada penerbangan internasional lagi. Setelah itu ya belum ada lagi. Informasi dari pihak terkait, paling cepet awal Maret nanti baru ada lagi penerbangan sesuai yang direncanain," kata sumber inilampung.com.

Ia memprediksi, masih banyak ekosistem yang mesti disiapkan secara baik oleh pihak terkait. 

"Bayangan kejadian masa lalu bakal berulang memang kelihatan. Era MRF jadi Gubernur kan juga kayak gini.

Penerbangan perdana ke Malaysia. Setelah itu, nggak jalan lagi. Kesannya, penerbangan internasional perdana Kamis besok itu juga dipaksain. Dinas Perhubungan yang ngotot bener," urai salah pejabat eselon II Pemprov Lampung yang tak bersedia ditulis namanya.

Dikatakan, seharusnya Gubernur Mirza bersikap "keras" terhadap kengototan Kepala Dishub yang ingin secepatnya ada penerbangan internasional. Karena faktanya, kesiapan masih dibawah 30%. Untuk apa memulai bila akhirnya tidak berjalan.

"Orang Malaysia mau ke Lampung itu ngapain? Mau wisata misalnya, coba tanya Dinas Pariwisata sudah siap belum menjual potensi yang ada. Jangan-jangan konsepnya aja belum punya, apalagi sekarang yang memimpin cuma Plt," tuturnya lanjut.

Merunut pada rondown inaugural first fligh internasional yang dirancang PT Baraya Surya Kentjana selaku tour travel kegiatan Kamis (12/2/2026) besok, sebelum pesawat Airbus 320 terbang dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara KLIA Malaysia, dilakukan prosesi seremoni menandai dimulainya lagi penerbangan internasional. 

Pesawat Airbus 320 diketahui memiliki 170 seat dan hingga Rabu (11/2/2026) siang baru sekitar 100 yang terisi, dengan mayoritas calon penumpang adalah pejabat Pemprov Lampung.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, tidak ada paksaan bagi pejabat maupun ASN untuk mengikuti penerbangan internasional perdana rute Lampung – Malaysia melalui Bandara Raden Inten II pada Kamis besok. Apalagi seluruh biaya perjalanan menggunakan biaya pribadi dan bukan merupakan perjalanan dinas.

“Kita tidak memaksakan OPD atau ASN untuk terbang. Yang kita minta adalah OPD mensosialisasikan kepada stakeholder, keluarga, atau masyarakat yang ingin ke Malaysia agar memanfaatkan penerbangan ini,” tegas dia.
Ia memastikan, penerbangan perdana tersebut bukan perjalanan dinas ke luar negeri, terlebih di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terbatas.

“Tidak ada perjalanan dinas, apalagi kondisi keuangan daerah sedang defisit. Surat yang ada hanya bersifat himbauan untuk menyukseskan kegiatan ini,” katanya. (zal/inilampung)

LIPSUS