-->
Cari Berita

Breaking News

Hebatnya Pemprov Lampung: Ramadhan Belum Lagi Tiba, Sudah Bahas Persiapan Angkutan Lebaran

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Selasa, 17 Februari 2026

Mudik Tahun 2026


INILAMPUNGCOM - Kinerja Pemprov Lampung memang hebat dan cepat luar biasa. Bahkan di hari libur nasional pun, para pejabatnya tetap rapat.


Ini buktinya: Bulan Ramadhan belum lagi tiba -diperkirakan pelaksanaan puasa mulai Kamis (19/2/2026) lusa- namun pada Selasa (17/2/2026) siang ini Pemprov Lampung sudah menggelar rapat khusus mengenai kesiapan angkutan lebaran tahun 2026.


Benar begitu? Demikianlah yang tertulis dalam Agenda Harian Gubernur Lampung, Selasa 17 Februari 2026. Pukul 13.00 WIB di Ruang Rapat Utama Pemprov Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung rapat kesiapan angkutan lebaran tahun 2026 itu.


Siapa saja peserta rapat yang semuanya wajib menggunakan kemeja putih tersebut? Mulai dari Forkopimda, Sekdaprov Marindo Kurniawan, Asisten Ekonomi & Pembangunan Mulyadi Irsan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala BPBD Rudi Syawal Sugiarto, Kepala Dishub Bambang Sumbogo, Kepala Diskes Darwin Rusli, Kadis Kominfotik Ganjar Jationo, Kadis BMBK M. Taufiqullah, Kasat Pol PP M. Zulkarnain, Direktur RSUDAM Imam Ghozali, Plt Kepala Disperindag, pejabat administrator dari Bakesbangpol, dan beberapa pihak lain yang diundang.


Sebelumnya, Senin (16/2/2026) kemarin, Gubernur Mirza juga tetap "ngantor".


Diketahui, ia memimpin rapat mengenai mitigasi dan penanganan interaksi negatif di TNWK.


Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung, Senin 16 Februari 2026, pada rapat di hari libur nasional gara-gara "gumek" di TNWK pukul 13.00 WIB itu, Gubernur Mirza didampingi Kepala Dishut Yanyan Ruchyansyah. 


Siapa peserta rapat? Agenda Harian Gubernur hanya menuliskan: undangan yang telah ditentukan. 


Belakangan, TNWK memang banyak persoalan. Yang pamungkas adalah adanya harimau jantan berusia sekitar lima tahun yang diketahui lewat bekas jejaknya berada di sekitar kawasan kebun nanas PT Great Giant Pineapple (GGP) di wilayah Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Jum'at (13/2/2026) petang.


Harimau Sumatera itu biasanya berburu mangsa antara pukul 18.00 WIB sampai 05.00 WIB, dengan menyusuri wilayah tepi hutan yang berbatasan dengan kebun warga. 


Itu sebabnya, pihak Balai TNWK dan PT GGP melarang warga dan karyawan perusahaan beraktivitas di atas pukul 16.00 WIB. Pada beberapa lokasi, pihak perusahaan telah memasang banner meminta warga dan karyawan waspada.


Sampai Minggu (15/2/2026) malam, harimau Sumatera yang meninggalkan jejak sejak dua hari lalu itu, belum terendus keberadaannya.


Sebelumnya, kasus kebakaran menghanguskan 2.685 hektar lahan TNWK. Peristiwa ini diduga ada unsur kesengajaan. Namun sampai saat ini belum diketahui siapa pelakunya.


Kawasan TNWK yang dibakar itu berada pada beberapa wilayah. Yaitu di Resort Rawa Bunder seluas 107,06 hektar, di Resort Susukan Baru 271,99 hektar, Resort Umbul Salam 792,43 hektar, dan di wilayah Resort Toto Projo 277,42 hektar.


Yang terparah berada di kawasan Resort Rantau Jaya. Setidaknya 1.236,53 hektar lahan yang menjadi korban kebakaran. 


Kepala Balai TNWK, Zaidi, melalui humas Selasa, 27 Januari 2026, menjelaskan untuk wilayah Resort Rawa Bunder dan Susukan Baru berhasil dipadamkan jilatan apinya pada Minggu, 25 Januari 2026 malam, sedangkan wilayah Resort Toto Projo dan Umbul Salam baru pada hari Senin, 26 Januari 2026 siang. (zal/inilampung)

LIPSUS