-->
Cari Berita

Breaking News

PTPN I Gelar Safari Ramadan untuk Perkuat Integritas dan Budaya Kerja Kompetitif

Dibaca : 0
 
Selasa, 24 Februari 2026

PTPN I memberikan bingkisan kepada anak yatim. Foto: Ist.

INILAMPUNGCOM --  Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menggelar kegiatan Kajian Safari Ramadan bertajuk “Kasmaran” sebagai upaya memperkuat integritas dan budaya kerja kompetitif di lingkungan perusahaan. Kegiatan tersebut diawali di kantor pusat perusahaan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).


Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas dalam pengarahannya mengatakan, Ramadan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi medium bagi karyawan merefleksikan profesionalisme. Transformasi bisnis yang sedang berjalan, kata dia, harus dimuati dengan nilai-nilai spiritual yang mantap. Mengacu pada esensi ketaqwaan dalam Surah Al-Baqarah, Teddy menyebut bahwa disiplin dan kejujuran di dunia kerja adalah bentuk nyata dari ibadah.


"Ketakwaan tidak boleh berhenti di atas sajadah. Ia harus termanifestasi dalam perilaku kerja sehari-hari. Ramadan melatih kita untuk menahan diri dan memperbaiki diri. Nilai-nilai ini sangat selaras dengan budaya perusahaan yang menempatkan integritas sebagai pondasi utama," kata Teddy.


Di tengah tantangan kompetisi industri agribusines yang dinamis, Teddy mengajak seluruh jajaran untuk menginternalisasi semangat “Tajian” (Taqwa, Jaga, Iman, Amanah). Teddy menyebut, perusahaan tidak boleh hanya tumbuh secara angka dan bisnis, tetapi juga terus memuliakan aspek keselamatan serta keberkahan dalam setiap operasionalnya.


Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra yang hadir pada acara itu turut menyampaikan sambutan. Menurut Pak Sah, sapaan akrab Sutan Adil Hendra, ibadah puasa memiliki korelasi lurus dengan prinsip good corporate covernance (GCG). Ia menyebut, sistem pengawasan terbaik bukan berasal dari perangkat eksternal, melainkan dari kejujuran internal yang tertanam di dalam hati setiap individu.


"Ramadan adalah tentang komitmen. Tanpa kejujuran di dalam hati, kita hanya akan bekerja sebatas menggugurkan kewajiban—tunduk pada sistem tetapi kehilangan esensi. Di PTPN I, moral dan akhlak jangan sekadar pelengkap, tetapi harus menjadi penggerak utama bagi kinerja yang unggul dan berdaya saing," kata Sutan Adil Hendra.


Lebih lanjut, Pak Sah menguraikan tiga pilar krusial organisasi, sebagaimana PTPN I. Yakni, Informasi yang transparan, Koordinasi yang solid antar unit kerja, dan Komitmen yang konsisten. Ia meyakini, jika ketiga pilar ini berjalan selaras, transformasi PTPN I sebagai perusahaan yang bersih (clean business) akan memberikan dampak manfaat yang luas bagi masyarakat.


Selain penguatan moral dan integritas kepada internal karyawan, Kasmaran juga dibarengi aksi filantropi. Yakni, santunan untuk anak-anak yatim-duafa dan bantuan aneka peralatan ibadah. Pada pelaksanaan “Kasmaran” di Kantor Pusat, PTPN I menyantuni anak yatim piatu dari Yayasan Mizan Amanah Tebet. Perusahaan menyalurkan bantuan uang tunai Rp25 juta serta paket perlengkapan belajar senilai Rp5 juta. Langkah ini menegaskan bahwa keberhasilan korporasi harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial di lingkungan sekitar.


Di ujung acara, para anak yatim dan karyawan yang hadir dihibur oleh talenta-talenta HO PTPN I di atas panggung. Penampilan bakat-bakat internal dari Head Office PTPN I ini menghibur sekaligus menyentuh hati para hadirin. Dengan harmoni yang apik, mereka melantunkan deretan lagu Islami bernuansa kontemporer yang membawa pesan damai. Performa yang atraktif ini menjadi simbol kebersamaan dan kreativitas insan PTPN I yang tetap terpancar di tengah kesibukan profesional mereka.


Puncak acara ditutup dengan tausiyah inspiratif dari Ustadz Ahmad Rahmaji, Lc. dengan tema "Meneguhkan Ketaqwaan, Menebar Kebaikan untuk Menggapai Kemenangan Mulia". Dalam ceramahnya, Ahmad Rahmaji membedah tentang kemenangan sejati bagi insan perusahaan tercapai saat kerja keras bersinergi dengan hati yang bersih.


"Kemenangan mulia mewujud dalam bentuk amanah dan kejujuran. Kesuksesan PTPN I sangat bergantung pada sumber daya manusia yang memiliki spiritualitas kuat, karena hal itulah yang akan melahirkan tanggung jawab tulus dalam menjaga keberlanjutan perusahaan," tutur Ustadz Ahmad.


Rangkaian kegiatan "Kasmaran" ini diakhiri dengan doa bersama. Doa membawa harapan agar seluruh keluarga besar PTPN I senantiasa diberikan kekuatan dan bimbingan untuk terus bertransformasi menuju masa depan yang lebih baik dan penuh keberkahan. (mfn/rls)

LIPSUS