![]() |
| Beginilah keseharian pelajar di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Akibat Jembatan Kali Pasir mangkrak, mereka terpaksa naik perahu untuk tetap bisa menuntut ilmu. (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Senin (9/2/2026) pagi Pemprov Lampung menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan Jembatan Kali Pasir, Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, di Ruang Rapat Asisten Perekonomian & Pembangunan Mulyadi Irsan.
Rapat koordinasi itu dihadiri banyak pihak terkait. Mulai dari Kepala Dinas BMBK M. Taufiqullah, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Korem 043/Gatam, unsur TNI dari Koramil, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, serta Pemkab Lampung Timur.
Menurut Asisten Perekonomian & Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, rakor digelar sebagai tindaklanjut atas kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya pelajar, yang selama ini kesulitan menyeberangi sungai menuju sekolah di wilayah Way Bungur, Lampung Timur.
“Ini kebutuhan yang sangat mendesak. Anak-anak sekolah harus menyeberang sungai setiap hari. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat segera mencarikan solusi,” ujar Mulyadi.
Apa solusinya? Mulyadi menyatakan, sebagai langkah awal telah disepakati akan dibangun jembatan gantung darurat Garuda Merah Putih di atas Kali Pasir dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 1,2 meter.
Pembuatan jembatan sementara ini akan difasilitasi oleh TNI melalui Kodam, berkolaborasi dengan Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Timur.
“Jembatan gantung ini bersifat sementara, hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor saja. Kendaraan roda empat belum bisa melintas. Kami mohon masyarakat bersabar,” ucap Mulyadi.
Sementarauntuk solusi jangka panjang, lanjut dia, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan membangun jembatan permanen tipe rangka baja dengan lebar sekitar 7 meter. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga melalui BPJN
“Jembatan permanen membutuhkan perencanaan matang, mulai dari data teknis, penyelidikan tanah, hingga kajian lingkungan. Karena itu, jembatan gantung menjadi solusi cepat bagi masyarakat,” kata Mulyadi.
Diakui, lokasi pembangunan menghadapi tantangan karena berada di kawasan hutan lindung dan rawan banjir. Oleh sebab itu, penentuan titik lokasi pembangunan jembatan masih akan dirapatkan kembali bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) serta melibatkan masyarakat setempat.
Mengapa mesti "ribet" begitu? “Kita tidak ingin salah menentukan lokasi. Harus aman, tidak terendam, dan sesuai aturan kawasan hutan lindung,” tanggap Mulyadi.
Sedangkan Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kita perlu penelitian lanjutan, termasuk penyelidikan tanah dan kajian teknis. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting, sehingga tidak bisa tergesa-gesa,” ujarnya.
Taufiq memastikan, pembangunan jembatan gantung darurat akan segera dilaksanakan oleh TNI, sementara perencanaan jembatan permanen akan diproses lebih lanjut oleh BPJN
“Yang pasti, jembatan sementara segera dibangun, dan jembatan permanen akan menyusul setelah seluruh kajian teknis rampung,” tutur Taufiq. (zal/inilampung)


