![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo di Lampung Timur (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Senin (9/2/2026) pagi ini persoalan Jembatan Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, dirapatkan lagi.
Kali ini dihelat rapat koordinasi dipimpin Asisten Ekonomi & Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, di ruang kerjanya.
Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung, Senin 9 Februari 2026, rapat koordinasi membahas urusan Jembatan Kali Pasir, Way Bungur, itu diikuti Kepala Dinas BMBK M. Taufiqullah, Karo Administrasi Pembangunan Setdaprov Lampung, dan beberapa pihak terkait lainnya.
Seperti diketahui, menyusul viralnya kondisi Jembatan Kali Pasir yang mangkrak, warga setempat -utamanya pelajar- harus menggunakan perahu sebagai alat transportasinya.
Mencuatnya kondisi mengenaskan itu spontan mendapat perhatian berbagai kalangan. Diantaranya dari anggota Komisi V DPR RI asal Dapil Lampung II, Hanan A Rozak.
Usai melihat langsung kondisi lapangan, pada hearing dengan Kementerian PU hari Rabu (4/2/2026), Hanan A Rozak yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Lampung menyerahkan surat permohonan perbaikan Jembatan Kali Pasir dilengkapi pernyataan dukungan masyarakat yang diterima langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo.
Keesokan harinya, Kamis (5/2/2026) pagi, Menteri PU Dody Hanggodo nengecek langsung kondisi Jembatan Kali Pasir.
Didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah dan Dandim serta beberapa pejabat terkait lainnya -minus pejabat dari Pemprov Lampung- Menteri PU Dody Hanggodo tampak sangat serius melakukan pengecekan bangunan jembatan yang mangkrak tersebut.
Cukup lama ia memperhatikan secara detail lokasi Jembatan Kali Pasir.
Lalu apa hasil dari cek ke lokasi jembatan yang sangat vital bagi warga Way Bungur itu? Menteri Dody mengungkapkan perubahan skema penanganan setelah berdiskusi dan melihat urgensi di lapangan. Awalnya, ia mengaku hanya berpikir tentang solusi jangka pendek.
“Awalnya di kepala saya ini karena butuhnya cepat, saya mikirnya jembatan sementara dulu, entah jembatan apa gitu. Kemudian baru saya mikirin jembatan yang permanen,” ujar Dody.
Namun, rencana itu berubah setelah Dandim meyakinkan Menteri PU terkait program yang bisa disinergikan.
“Tapi pada saat Pak Dandim mengatakan dengan saya, ‘Pak biar saya aja yang ngerjain jembatan’, beliau punya program Jembatan Merah Putih itu lho. Jadi, kami sekarang dari PU akan mengerjakan jembatan permanennya,” tutur Menteri Dody.
Ia memastikan, Kementerian PU akan mengambil alih tanggung jawab tersebut demi kualitas jangka panjang.
“Kita kan punya standar bagaimana membangun jembatan yang bisa bertahan lama dan berkualitas,” tambahnya.
Terkait keberadaan struktur jembatan lama yang mangkrak di lokasi, Menteri Dody secara jujur menyatakan keraguannya. Sebagai pemegang kebijakan tertinggi teknis, ia tidak ingin mengambil risiko melanjutkan pembangunan di atas struktur yang kualitasnya belum teruji.
“Sepintas saya ragu, saya ini manusia biasa. Biarlah nanti tim ahli saya yang akan melakukan pengecekan secara teknis. Kalau jembatan mangkrak ini tidak memungkinkan kita teruskan, daripada membuat masalah besar. Kalau kita ngerjainnya ambruk, akan jadi masalah juga buat saya,” ungkapnya terus terang.
Untuk itu, ia telah memerintahkan jajaran teknisnya, termasuk Direktur Jembatan dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), untuk segera melakukan audit teknis.
“Saya sudah minta tolong Pak Direktur Jembatan sama Pak Kepala Balai Jalan untuk ngecek layak nggak kita teruskan pembangunan jembatan yang mangkrak itu,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi jika struktur lama dinyatakan tidak layak, Kementerian PU siap mencari lokasi alternatif. Menteri Dody juga meminta dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memuluskan proses non-teknis.
“Nanti kita lihat di mana lokasi yang cocok, entah di sana atau di situ, kan semua ada plus minusnya. Saya juga minta kepada teman-teman untuk mencari alternatif lain, bekerjasama dengan Bupati dan Wakil Bupati dan seterusnya. Dan mungkin kita akan diskusi lagi untuk membebaskan lahan. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar,” Menteri Dody mengakhiri pernyataannya. (zal/inilampung)


