INILAMPUNGCOM - Senin (9/3/2026) siang ini, empat siswa SMKN 1 Liwa, Lampung Barat, yang menorehkan prestasi internasional dengan berhasil membobol keamanan program bug bounty yang diselenggarakan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), bertemu Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di ruang kerjanya.
Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan Gubernur Mirza memberi apresiasi tinggi atas kemampuan keempat siswa SMKN 1 Liwa tersebut.
"Karenanya, pak Gibernur ingin bertemu langsung dengan siswa berprestasi ini," kata Thomas Amirico, Senin (9/3/2026) pagi.
Menurut dia, selain keempat siswa SMKN 1 Liwa -Farel Sapero, Ridho Julianto, Riski Permana, dan Ghifari Azhar- serta Kepala SMKN 1 Liwa, ada beberapa siswa berprestasi lainnya yang juga bertemu langsung dengan Gubernur Mirza.
Sebelumnya diberitakan, atas prestasi luar biasa empat siswa SMKN 1 Liwa tersebut pada hari Kamis (5/3/2026) lalu Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memberikan penghargaan berupa piagam.
"Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, saya sampaikan apresiasi dan kekaguman atas prestasi yang berhasil mengharumkan nama Provinsi Lampung, khususnya Lampung Barat, di tingkat internasional," kata Bupati Parosil di ruang kerjanya.
Dikatakan, dirinya akan memberi dukungan sepenuhnya terhadap apa yang menjadi kebutuhan dunia pendidikan, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung dunia pendidikan di Lampung Barat.
"Jika ada yang bisa dibantu oleh Pemerintah Daerah, tentu kami siap untuk memberikan dukungan penuh agar anak dari Lampung Barat dapat berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional," paparnya.
Kendati saat ini sudah berhasil meraih prestasi ditingkat Internasional, Parosil berpesan agar keempat siswa tersebut tidak cepat merasa puas. Ke depan, kemampuan harus terus digali kembali.
"Kemampuan yang positif ini jangan disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif, karena biasanya kemampuan seperti ini bisa untuk membobol sistem yang bersifat privat. Lakukan penelitian yang positif untuk kemajuan bangsa," harapnya. (zal/inilampung)


