| Seorang warga desa Jatiagung, Lampung Selatan sedang berdiri diatas mobilnya yang terendam banjir, pada Jumat (6/3/2026). Dia frustasi, kesal karena mobilnya tak bisa diselamatkan. (faj/inilampung) |
INILAMPUNGCOM --- Terjadinya banjir yang merendam sedikitnya 444 rumah di wilayah Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan ---hari Jum'at (6/3/2026) siang kemarin --- tidak lain buntut berdirinya perumahan yang semramut dalam tiga tahun terakhir.
Menurut penelusuran inilampung.com Sabtu (7/3/2026) pagi, mayoritas kompleks perumahan yang terkena musibah kebanjiran akibat pembangunannya "acak-acakkan". Tata ruang alias penataan lokasi tidak dipertmbangkan secara matang. Bahkan, tidak sedikit proyek pengembangan perumahan dilakukan dengan melanggar RTRW dan merusak lingkungan alam.
Praktik pembangunan kawasan perumahan yang semaunya inilah - diduga kuat -- sebagai penyebab utama meluapnya curah air hujan ke rumah warga.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Lampung Selatan, banyak kompleks perumahan di Kecamatan Jati Agung yang disambangi air bah. Diantaranya:
1. Perumahan Pemda di Desa Way Hui.
2. Perumahan Alfa Residen & Perumahan Fanis di Desa Karang Sari.
3. Perumahan di Desa Marga Agung.
4. Perumahan Diamond di Desa Gedung Harapan.
5. Perumahan Permata Asri di Desa Karang Anyar.
Lalu dimana saja 444 rumah yang terendam banjir?
Berikut datanya:
1. 90 rumah di Perumahan Pemda, Desa Way Huwi
2. 105 rumah di Perumahan Alfa Residen & 99 rumah di Perumahan Fanis, Desa Karang Sari.
3. 50 rumah terendam di Desa Marga Agung.
4. 50 rumah di Perumahan Diamond, Desa Gedung Harapan.
5. 50 rumah terendam di Perumahan Permata Asri, Desa Karang Anyar.
Total rumah di kawasan perumahan terendam di Kecamatan Jati Agung mencapai 444 unit.
Selain itu, diketahui satu orang tenggelam dan hanyut akibat hujan deras Jum'at kemarin, yaitu Diki Cahyana, warga Dusun Jati Rahayu RT 05, RW 004, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang.
Sampai Sabtu siang, tim gabungan masih melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam. (zal/inilampung)

