-->
Cari Berita

Breaking News

Ada Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 15 Maret 2026

 

Ketua ALAK Nopriyansyah akan bawa massa aksi di Kantor BI hari Selasa (17/3/2026) mendatang. (ist/inilampung)

INILAMPUNGCOM - Aliansi Lembaga Anti Korupsi (ALAK) mengendus adanya dugaan praktik permainan dalam layanan penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1447 H yang diduga melibatkan oknum internal Bank Indonesia (BI). 


Ketua ALAK, Nopiyanto, menyebut, praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng integritas lembaga keuangan negara.


Menurutnta, di lapangan saat ini penukaran uang baru yang seharusnya menjadi layanan resmi bagi masyarakat justru diperjualbelikan oleh pihak swasta dengan tarif tertentu. 


Ia menduga, praktik tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan atau pembiaran dari pihak internal.


“Ini sangat memprihatinkan. Program penukaran uang untuk masyarakat justru menjadi ladang bisnis oleh pihak-pihak tertentu. Kami menduga ada oknum diinternal BI yang bermain. Jika ini benar, maka ini bentuk pengkhianatan terhadap pelayanan publik,” tegas Nopiyanto, saat ditemui di Sukarame, Bandarlampung, Minggu (15/3/26) siang.


ALAK juga menilai, persoalan ini menambah daftar dugaan persoalan yang sebelumnya pernah disoroti terkait pengelolaan program CSR Bank Indonesia di wilayah Lampung. Menurutnya, hingga kini berbagai dugaan tersebut belum pernah dijelaskan secara transparan kepada publik.


Karena itu, ALAK meminta pimpinan Bank Indonesia pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan, staf, dan manajemen BI wilayah Provinsi Lampung.


“Kami meminta Direktur BI wilayah Lampung beserta jajaran dievaluasi secara serius. Jika ditemukan adanya keterlibatan atau pembiaran terhadap praktik ini, maka harus segera diganti. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang harus menjaga integritas dan kepercayaan publik,” ujarnya.


Sebagai bentuk sikap dan desakan moral, ALAK bersama organisasi GEDOR juga berencana mendatangi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Lampung di Telukbetung pada hari Selasa (17/3/26) mendatang. 


Aksi tersebut rencananya akan diikuti ratusan kader dan anggota.


Sedangkan Ketua GEDOR, A Zahriansyah, menegaskan, kedatangan mereka bukan sekadar aksi, melainkan bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat terkait dugaan praktik tidak sehat dalam layanan penukaran uang.


“Kami akan datang secara terbuka dengan membawa kader dan anggota untuk bersilaturahmi ke kantor BI di Telukbetung. Kami ingin menyampaikan langsung keresahan masyarakat terkait dugaan bisnis penukaran uang yang diduga melibatkan orang-orang diinternal BI sendiri,” kata Zahriansyah salah satu aktivis yang getol menyuarakan CSR BI bersama Triga.


Ditambahkan, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi karena menyangkut kepentingan masyarakat luas menjelang Hari Raya.


“Jangan sampai kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Kami akan meminta penjelasan langsung dan mendorong adanya pembenahan secara menyeluruh,” tegasnya.


ALAK dan GEDOR berharap Bank Indonesia segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik serta melakukan penertiban terhadap praktik-praktik penukaran uang yang diduga diperjualbelikan di lapangan. Menurut mereka, transparansi dan tindakan tegas sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tetap terjaga. (zal/inilampung)

LIPSUS