-->
Cari Berita

Breaking News

Buka Bersama SMID-PRD jadi Ajang Lepas Kangen Para Aktivis

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Selasa, 17 Maret 2026

 

Para alumni SMID - PRD sempat foto bersama usai acara Bukber di Bukitrandu Resto, Senin (16/3/2026). Hadir mantan ketua SMID, yang saat ini menjabat Komisaris PT PLN, Andi Arief.  (yuk/inilampung)

INILAMPUNGCOM --- Ratusan alumni Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi dan Partai Rakyat Demokratik (SMID-PRD) hadir dalam acara Buka Bersama di Restoran Bukit Randu, Senin,  (16/3). Selain bernostalgia, Bukber yang dihadiri tokoh sentral SMID-PRD, Andi Arief itu mereka manfaatkan untuk memperkuat jaringan dan menjaga semangat perjuangan.


Koordinator acara Bukber dan Silaturahmi Alumni SMID-PRD, Marwan menyampaikan -- saat mengawali pembukaan --- bahwa tamu undangan yang hadir sore itu hampir 150 aktivis, termasuk para aktivis angkatan 97-98 dari berbagai daerah, ada Lampung Timur, Lampung Barat, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tanggamus, Bandar Lampung, Metro, Pringsewu, hingga Banten.


 "Acara ini menjadi forum silaturahmi dan melepas kangen dari rekan-rekan alumni SMID-PRD," kata Marwan, aktivis 1998, yang sejak dulu telah dikenal sebagai loyalis Andi Arief itu.

 


Pada Era Reformasi 1998 hingga pasca kejatuhan Presiden Soeharto, SMID - PRD adalah sebuah organisasi yang punya andil besar dalam arus memperjuangkan keterbukaan dan nilai-nilai demokratisasi. Dan, saat ini, masih kata Marwan, para alumni SMID - PRD banyak yang masih aktif mengisi berbagai bidang, baik eksekutif, legislatif, jurnalis, lawyer, maupun pengusaha di sektor formal. "Banyak aktivis PRD di Lampung yang kini aktif disektor formal, dengan membina ribuan petani desa."


"Meskipun kami terpencar dimana-mana, insya Alloh masih tetap konsisten berjuang bersama menguatkan peran civil society untuk mendorong ide-ide progresif yang menjadi nafas perjuangan kami dahulu," tegas Marwan. 


Andi Arief, sosok sentral di acara itu didampuk ikut memberikan pidato ringan. Dia menceritakan soal peta politik Internasional, perang antara Israel - Iran yang diprediksi berdampak pada ekonomi nasional (Indonesia).


Komisaris PT PLN itu, menyebut Indonesia setidaknya pernah mengalami 4 krisis ekonomi. Penyebab krisis ekonomi bisa disebabkan beberapa hal. Karena bencana alam atau perubahan iklim, seperti di Tambora (1918) dan meletusnya Gunung Krakatau, yang berdampak dan terjadi dibeberapa negara, dan ketiga krisis yang disebabkan pandemi covid 19 (2018). 


Beruntung, kata Andi Arief, semua krisis ekonomi tersebut, bisa dilalui oleh bangsa Indonesia. Pemerintah mampu mengembalikan krisis tersebut. Sementara, yang bakal terjadi dalam di 2026 --- dunia (termasuk Indonesia) ---dihadapkan pada kemungkinan krisis yang disebabkan oleh perang, dan berdampak finansial.  "Kita berdoa, semoga pemerintah mampu mengatasi kemungkinan dampak krisis global tadi," kata Andi Arief.



Keluarga Besar Aktivis

Abi Hasan Muan, mantan ketua LBH yan aktivis pro demokrasi 98 menyatakan rasa kegembiranya bisa hadir dan bersilaturahmi dengan aktivis yang kini telah tersebar dibanyak profes, dalam kemasan Buka Bersama itu.


"Acara ini menjadi momen kebanggaan karena banyak alumni yang kini dipercaya menduduki jabatan strategis dalam Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Abi Hasan.


"Proses sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang sama membuat kami berasa seperti keluarga besar," imbuh Rachmad Husen, mantan ketua PRD Bandar Lampung. 


Hadir pada momen bukber PRD, selain Abi Hasan ada para politisi Yoziral, Himawan Imron, Marco Fadilah, Badrison,Fany Wijaya, Emha Farabi, Hendarto, dan Mashayuki.


Lalu, banyak aktivis lain: Maruli, Cahya Lana, Sukma Mulyana, Joni Fadil, Gunawan Parikesit, Laman Hendra, Muszamil, aktivis perempuan Ibu Ning, Nonha, Dero, Tomy Samantha, termasuk mantan aktivis mahasiswa dari kalangan jurnalis seperti Herman Bantin, dan Farid Umpu.. (kgm/inilampung)


LIPSUS