-->
Cari Berita

Breaking News

Bukber di Kalianda, Alumni PKMNU Bagikan 139 Paket Sembako

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 11 Maret 2026

Sekretaris Alumni PKMNU Yansen Zainabun menyerahkan bingkisan, Senin (9/3/2026) petang. (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Alumni Pendidikan Kader Menengah Nahdlatul Ulama (PKMNU) bersama PC NU Kabupaten Lampung Selatan pada Senin (9/3/2026) petang kemarin, melakukan kegiatan sosial keagamaan.


Kegiatan yang dipusatkan di Kantor PC NU Kabupaten Lampung Selatan, Jln. Soekarno-Hatta, Kalianda, itu diisi dengan pembagian bingkisan sembako, masing-masing paket berisi 5 Kg beras, 1 Kg minyak goreng, dan 1 Kg gula pasir.


Meski acara sosial keagamaan yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama (bukber) tersebut dipusatkan di Kantor PC NU Kabupaten Lampung Selatan, menurut Sekretaris Angkatan Pertama PKMNU Yansen Zainabun, pada saat bersamaan pihaknya juga membagikan bingkisan sembako di dua tempat lainnya, yaitu di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Tegineneng dan di Tanjung Bintang.


"Bingkisan sembako yang kami bagikan sebanyak 139 paket. Dibagikan di Kantor NU Lampung Selatan 63 paket, di Pondok Darul Ma'arif 50, dan Tanjung Bintang 26 paket," kata Yansen Zainabun, Rabu (11/3/2026) pagi.


Pada acara pemberian bingkisan dan buka puasa bersama di Kantor PC NU Kabupaten Lampung Selatan, hadir Ketua PC NU H. Abdul Haris.


Dalam sambutannya, H. Abdul Haris menyampaikan terima kasih kepada alumni PKMNU Angkatan Pertama yang telah menyisihkan rejeki untuk masyarakat yang berhak menerima.


Diketahui, bantuan sembako itu merupakan partisipasi dari kader PKMNU yang langsung diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Angkatan Pertama, Yansen Zainabun, mewakili Ketua H. Andi Warisno.


Yansen berharap, bantuan ini dapat membantu sekadarnya dan menjalin silaturahmi antar warga Nahdliyin.


Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan alumni PKMNU Angkatan Pertama itu juga diisi dengan ceramah yang disampaikan Ketua MUI Kabupaten Lampung Selatan, Dr. H. Ahmad Habib.


Ketua MUI Lampung Selatan itu berpesan, puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar, tetapi untuk dapat memahami kondisi masyarakat yang penuh dengan kekurangan.


Selain itu, lanjut Dr. H. Ahmad Habib, puasa juga merupakan kesempatan untuk berbuat baik yang nilainya tidak terhingga. (zal/inilampung)

LIPSUS