![]() |
| Fikri Thohari dan Hendri |
INILAMPUNGCOM --- KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan kepala daerah. Kali ini, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupatinya, bernama Hendri Praja. Keduanya diciduk, dengan tudingan penerimaan fee proyek.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya aksi tangkap tangan tersebut. Jumlah tangkapan ternyata ada 13 orang, termasuk bupati, wakil bupati, Sekda, dan Kadis PU. Dia mengatakan, 13 orang yang dijaring dalam OTT tersebut.
Dari 13 orang tersebut, 9 orang kini diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Saat ini sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih,” ujarnya
Sembilan nama yang dikirim ke KPK:
- M. Fikri Thobari Bupati Rejang Lebong
- Hendri Praja Wakil Bupati Rejang Lebong
- Iwan Badar Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong
- Hary Eko Purnomo Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rejang Lebong
- Santri Ghozali, A.Md Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemkab Rejang Lebong
- Youki Yusdianto, ST Direktur CV. Alpagker Abadi
- Edi Manggala pihak swasta/kontraktor
- Pihak Swasta
- Pihak Swasta
Bahkan, istri Bupati bernama Intan Larasita --- pada peristiwa Senin, 9 Maret 2026 -- dikabarkan ikut ditangkap dan ikut digeladang ke Mapolresta Rejang Rebong. Diantaranya:
Peristiwa penangkapan yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, itu telah dibenarkan juga Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto. “Benar, Bupati Rejang Lebong,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi dari Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
Dengan OTT hari ini, maka dalam catatan inilampung.com. KPK telah menangkap 8 pejabat Bupati sepanjang 2026 atau aksi OTT kedua selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Kader PAN dan Ketua KADIN
Siapa Muhammad Fikri Thobari
Data-data soal Muhammad Fikri Thobari tidak banyak yang bisa diakses publik. Yang umum diketahui, baru sebatas bahwa dia (Fikri Thobari) anak muda -- penjabat eksekutif yang latarbelakang sebagai pengusaha,
Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari terjaring Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bengkulu. Selain Fikri, ada tujuh orang lain yang dibawa KPK ke Jakarta pada Selasa pagi, 10 Maret 2026.
Muhammad Fikri Thobari adalah kader Partai Amanat Nasinal (PAN), dengan jabatan sebagai ketua PAN Rejang Rebong sejak 2019 hingga sekarang.
OTT yang dilakukan terhadap Bupati Rejang Lebong diduga berkaitan dengan praktik pemberian biaya proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Sejumlah uang disita tim penangkapan.
Fikri merupakan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam struktur keorganisasian PAN, Fikri menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Rejang Lebong.
Nama lengkapnya M. Fikri Thobari, SE., M.AP, Tempat/Tanggal Lahir: di Batu Raja, 04 Februari 1981, dan status agamanya Islam
Pendidikan
SDN 04 Nakau (lulus 1992)
SMPN 02 Curup (lulus 1995)
MAN 2 Curup (lulus 1998)
S1 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang (lulus 2006)
S2 Universitas Prof. Hazairin, SH (lulus 2023)
Karir
Pimpinan Alquran "SEHASEN JAYA" tahun 2008-2010
Direktur Utama PT. Bukit Juvi Permata tahun 2008
Presiden Direktur PT. Grup Bukit Juvi tahun 2014
Organisasi
Sekretaris Bisnis Pelayanan Pengembangan STIM AMKOP Palembang Tahun 2002-2004.
Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kab. Rejang Lebong tahun 2014-sekarang
Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup tahun 2014-2016
Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD RI Provinsi Bengkulu tahun 2016-2019
Ketua DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu tahun 2019-sekarang.
Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman Dewan Pimpinan Pusat Himperra tahun 2024-2028.
Ketua DPD PAN Rejang Lebong tahun 2019-sekarang
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rejang Lebong tahun 2021-sekarang


