-->
Cari Berita

Breaking News

Cara Anggota FPKB DPRD Lampung Sampaikan LPJ 1 Tahun

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Selasa, 17 Maret 2026




Anggota FPKB DPRD Lampung, Munir Abdul Haris, menyampaikan LPJ 1 Tahun hari Minggu (15/3/2026) siang. (ist/inilampung)



INILAMPUNGCOM ---- Hari Minggu (14/3/2026) lalu, suasana Posko Munir Centre di Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, gumek. Hal itu karena sang empunya posko Munir Abdul Haris, menggelar acara spesial.

Apa itu? Yang dia namai: Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) 1 Tahun sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB).

Lalu apa kegiatannya? Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung itu menggelar acara santunan bagi anak yatim, silaturahmi dengan guru ngaji dan tokoh masyarakat. Tema acaranya tegas:

 "Santunan Anak Yatim, Silaturahmi Tokoh Masyarakat LPJ 1 Tahun Munir Abdul Haris, S. Sos.I sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung 2024-2029."

Acara LPJ 1 Tahun Munir menjadi anggota DPRD Lampung dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton, dilanjutkan doa bersama untuk keselamatan bangsa diimami KH. Shohahun Zainun, pengasuh Ponpes Sananul Falah,  Sendang Mulyo.

Berikutnya Munir menyampaikan sambutan, diikuti anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, H. Ujang Mahmud.

Lalu, sambutan Kepala Kampung Sendang Mulyo, Suparyo, diikuti  sambutan perwakilan tokoh masyarakat, Laman. Selanjutnya, acara santunan bagi anak yatim, pembagian bingkisan untuk para guru ngaji, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. 

Hadir juga dalam kegiatan bertajuk: LPJ 1 Tahun Munir menjadi Anggota DPRD Lampung dari FPKB itu, diantaranya KH  Hamdat, Syuriah PCNU Lampung Tengah, Kyai Gufron Mustofa, Ketua MWC NU Sendang Agung, Ustadzah Unainah, Ketua PAC Fatayat, Jariyah, Ketua PAC Muslimat,

 Khomaedi, Ketua DPAC PKB, KH Jalil, MWC NU Bangunrejo, KH Shohaun Zainun, Rois Syuriah Ranting NU, Nyai Hj Ama Marjuni, KH Nur Hakim, dan para pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sendang Agung, ustadz dan ustadzah guru ngaji, imam mushola dan masjid, pimpinan jama’ah yasinan ibu-ibu, aparatur Kampung Sendang Mulyo, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kurang lebih 800 orang.

Apa yang disampaikan Munir dalam LPJ 1 Tahunnya? Legislator asal PKB yang dikenal kritis ini menyampaikan berbagai hal tentang semua yang mampu dan telah diperjuangkan untuk pembangunan Dapil 7 Lampung Tengah.

"Alhamdulillah, berkat kekompakan dan perjuangan bersama 12 anggota DPRD Provinsi Lampung lintas fraksi dari Dapil 7 Lampung Tengah dan komitmen Gubernur serta Wakil Gubernur Lampung,  tahun 2026 ini Kabupaten Lampung Tengah termasuk mendapatkan prioritas terbanyak pembangunan ruas jalan provinsi dengan total nilai proyek Rp300 miliar lebih," tutur Munir.

Alumni PMII ini menguraikan, diantara jalan yang diperbaiki pada tahun 2026 ini adalah ruas jalan Pringsewu - Kalirejo sepanjang 2,5 Km senilai Rp25 miliar, ruas jalan Bandar Jaya - Mandala sepanjang 10 Km dengan anggaran Rp100 miliar, ruas jalan Wates - Metro sepanjang 1,5 Km senilai Rp15 miliar, dan Kalirejo - Bangunrejo sepanjang 6 Km senilai Rp60 miliar.

Selain itu, Pemprov Lampung juga memperbaiki ruas jalan Padang Ratu - Pekurun Udik sepanjang 4 Km senilai Rp40 miliar, ruas jalan Padang Ratu - Kalirejo sepanjang 7 Km dengan anggaran Rp70 miliar. 

"Dari tahun  2025 lalu yang hanya Rp97 miliar, saat ini naik tiga kali lipat. Ini semua berkat kekompakan dan perjuangan 12 Anggota DPRD Provinsi Lampung lintas fraksi dari Dapil 7 Lampung Tengah," lanjut Munir.

Diketahui, 12 Anggota DPRD Lampung dari Dapil 7 Lampung Tengah adalah: Munir Abdul Haris (PKB), Budi HY (PKB), Singo (Demokrat), Ghofur (PKS), Miswan Rodi (NasDem), Surajaya (PAN), Marsha Dita (Golkar), dan beberapa  lainnya.

"Kami semua kompak, komit, dan berjuang bersama untuk mempengaruhi kebijakan publik yang maslahat bagi rakyat banyak, khususnya Lampung Tengah," ucap Munir yang juga Wakil Katib PWNU dan Wakil Ketua Umum KADIN Lampung.

Tanya Jawab Seru
Saat digelar acara tanya jawab, berlangsung dengan seru. Banyak hal yang disampaikan masyarakat. Diantaranya Martoyo.

Ia.mengucapkan terima kasih karena cucunya sudah diperjuangkan untuk mendapatkan beasiswa kuliah. Sumarni mewakili wali murid siswa-siswi yang total berjumlah 3200 siswa di Kecamatan sendang Agung juga mengucapkan terima kasih karena sudah 2 tahun berturut-turut mendapatkan Program Indonesia Pintar aspirasi dari PKB melalui Munir.

"Alhamdulillah, kalau tahun 2024 lalu 11 ribu siswa yang bisa saya kawal dan usulkan mendapat beasiswa PIP, tahun 2025 kemarin bertambah menjadi 25 ribu siswa se-Lampung Tengah dari semua jenjang baik SD, SMP, SMA, SMK. Semoga di 2026 ini minimal bisa bertahan 25 ribu siswa,  syukur bisa bertambah," tutur Munir, menimpali.

Selain itu, ada perwakilan masyarakat yang mengeluhkan tentang menu MBG. Munir menyampaikan bahwa dia akan menjalankan fungsi pengawasan agar program Presiden ini berhasil.

"Jangan sampai uang yang keluar dari negara sudah sangat besar begitu menjadi menu makanan tidak dimakan oleh anak-anak karena kurang enak dan kurang bergizi, jadi nya mubazir dan uang terbuang sia-sia. Oleh karenanya bapak-ibu, ayo kita awasi bersama bahwa anggaran untuk menu siswa TK sampai kelas 3 sebesar Rp8.000, untuk siswa kelas 4 keatas Rp10.000. Itu mutlak semua harus dibelanjakan yang terbaik untuk menu makanan, tidak boleh dikurangi sepeserpun. Kalau ada MBG yang punya indikasi mengurangi belanja mohon nanti di-wa-kan ke saya, agar kita tegur," tambah Munir. 

Sedangkan Sutarjo mewakili sekitar 200 sopir truk dari Kecamatan Sendang Agung, menyampaikan keluhannya tentang larangan truk melewati ruas jalan di Pringsewu karena dianggap overloade dan merusak jalan. 

"Mas Munir, Anda sebagai wakil kami, kami ini hanya mencari sesuap nasi. Tolong kami, Mas. Kalau jalan tidak boleh dilewati, kita nggak bisa makan. Kalau memang harus ditegakkan aturan, ayo tegakkan bersama agar ada solusi terhadap persoalan ini," urainya.

Munir menyampaikan bahwa sesuai dengan Perda tentang muatan maksimal jalan provinsi 12 ton, jalan kabupaten 8 ton. "Kalau aturan ini ditegakkan, apakah sopir siap?" tanya Munir dalam acara tanya jawab.

Sutarjo menyampaikan: "Saya dan sopir yang lain di Lampung Tengah ini ada sekitar 600-an sopir truk, kalau memang itu aturan yang harus kita taati, kita siap untuk mentaati semua.

 Tapi mas Munir juga harus menyampaikan ke pemerintah, jalan yang dibangun tolong harus sesuai spek agar tidak cepat hancur. Jadi tidak hanya kami yang disalahkan terhadap kerusakan jalan," kata Sutarjo. 

Dalam jawabannya Munir menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, diantaranya Bupati Lampung Tengah dan Pringsewu, Polres Lampung Tengah dan Pringsewu, Dinas Perhubungan dan lain-lain. 

Acara penyampaian LPJ 1 Tahun Munir berlangsung dengan lancar dan semua yang hadir mendapatkan bingkisan serta tanda mata dari Anggota DPRD Provinsi Lampung ini. (zal/inilampung)

LIPSUS