![]() |
| Menhut Raja Juli Antoni usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2026) |
INILAMPUNGCOM --- Pemerintah pusat menganggarkan Rp839 miliar untuk membangun pagar dan tanggul di sekitar Taman Nasional Way Kambas, menyusul sering terjadi konflik gajah masuk pekarangan warga.
Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, sebelumnya Presiden sempat menyampaikan bahwa dana yang disiapkan untuk proyek tersebut dapat mencapai maksimal Rp2 triliun. Namun, setelah dilakukan kajian teknis dan upaya efisiensi, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp839 miliar.
"Di London, ketika itu, Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa maksimum Rp2 triliun akan diperuntukkan untuk pagar maupun tanggul di Way Kambas, sekaligus restorasi ekosistem. Tapi, kami berusaha mempelajari, dan kemudian melakukan efisiensi, ternyata kira-kira maksimum Rp839 miliar saja," kata Juli Antoni, usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, di Istana hari ini, Kamis (12/3/2026).
Menurut Raja Juli, sebelumnya Presiden sempat menyampaikan bahwa dana yang disiapkan untuk proyek tersebut dapat mencapai maksimal Rp2 triliun. Namun, setelah dilakukan kajian teknis dan upaya efisiensi, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp839 miliar.
Ia mengatakan, rencana pembangunan pagar tanggul dibatas hutan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi satwa sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan taman nasional.
Ia menjelaskan pembangunan pagar dan tanggul tersebut bertujuan mencegah gajah keluar dari kawasan konservasi dan masuk ke permukiman warga maupun lahan pertanian.
Dikatakan Raja Juli, saat ini pemerintah sedang melakukan uji coba desain pagar dan tanggul dengan mempelajari pengalaman dari sejumlah negara seperti Afrika dan India dalam mengelola kawasan konservasi satwa liar.
Selain berfungsi sebagai pembatas kawasan, infrastruktur tersebut juga direncanakan menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Di sejumlah titik, kata dia, kawasan di sekitar pagar akan dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi seperti budidaya madu lebah. “Jadi, alam terjaga, satwa terjaga, namun juga baik sekali bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,” kata Raja Juli. (dbs/gm/inilampung)



