INILAMPUNGCOM -Mulai hari Rabu (18/3/2026) ini dipastikan arus mudik mengalami peningkatan pesat. Seiring mulai masuknya waktu libur kerja.
Sejak Selasa (17/3/2026) malam, jumlah penumpang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni tampak mulai meningkat.
Puluhan kendaraan yang akan keluar GT Kota Baru pun mengular. Mayoritas kendaraan pribadi dan travel.
Tingginya peningkatan arus mudik mulai hari ini, dipastikan membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Namun pemudik tidak perlu khawatir. Tenang saja.
Karena stok BBM -dan LPG- telah dijamin oleh pemerintah tetap dalam kondisi aman.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhir pekan kemarin telah melapor kepada Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 ini.
Laporan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, hari Jum'at (13/3/2026) lalu.
Pemerintah memastikan cadangan berbagai jenis BBM saat ini berada di atas batas minimum, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran. Begitu yang disampaikan Bahlil Lahadalia dalam keterangan resmi, Sabtu (14/3/2026) siang.
"Jadi saya pikir, untuk urusan bensin, insyaAllah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insyaAllah aman Bapak," kata Bahlil.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam sidang kabinet, cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai sekitar 24,39 hari. Sementara cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 tercatat sekitar 28 hari, dan RON 98 sekitar 31 hari.
Untuk jenis solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai sekitar 16,41 hari, sedangkan solar CN 53 sekitar 46 hari, dan avtur sekitar 38 hari.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, pasokan solar relatif lebih stabil, karena seluruhnya diproduksi dari dalam negeri.
Kondisi tersebut juga didukung oleh beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur pada Januari 2026, yang meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional.
Proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton per tahun.
Bahlil juga menyampaikan, pasokan LPG nasional tetap terjaga meskipun rantai distribusi global mengalami dinamika.
Menurut dia, sekitar 70–72 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari sejumlah negara lain.
Untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk membuka peluang tambahan pasokan dari Amerika Serikat dan negara lain, seperti Australia.
"Di akhir minggu ini, kita masuk dua kargo dari Australia untuk LPG," ungkap Bahlil.
Ke depan, sambung dia, pemerintah juga terus mendorong pembangunan kilang minyak untuk meningkatkan produksi BBM dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
"Kalau lifting kita enggak mencapai 1,6 juta (barel minyak per hari), selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor. Jadi ke depan, tinggal impor crude saja," tutur Menteri Bahlil.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis pasokan energi selama Lebaran 2026 tetap aman dan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman. (kgm-1/inilampung)


