INILAMPUNGCOM --- Innalillahi wa innailaihi rojiun. Hanya selang 15 jam, dua tokoh besar di Lampung kembali ke pangkuan Sang Pencipta, Allah SWT.
Drs. H. Mozes Herman, MM, Walikota Metro periode 2000-2005 yang mengakhiri kiprahnya sebagai legislator di DPRD Lampung periode 2014-2019 dari Partai Demokrat, Minggu (22/3/2026) petang, sekira pukul 18.00 WIB, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUDAM Tanjungkarang.
Diketahui, Mozes yang dikenal ramah ini sudah cukup lama sakit. Jenazah ayah mertua Asisten Ekubang Setdaprov Lampung Mulyadi Irsan disemayamkan di rumah duka, Jln. Sumpah Pemuda No 5, Way Halim.
Ratusan pelayat sejak usai Maghrib hari Minggu kemarin, berdatangan silih berganti.
Sekdaprov Marindo Kurniawan beserta istri hadir di rumah duka sekira pukul 20.00 WIB. Sebelumnya mantan Sekda Metro Munjidi Asmarantaka -saat Mozes menjabat Walikota-, juga datang dan cukup lama berdoa disamping jenazah. Senin (23/3/2026) pagi pukul 09.00 WIB Sekdaprov Marindo Kurniawan bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah dari rumah duka, sedangkan Asisten Pemerintahan & Kesra Muhammad Firsada bertindak sebagai inpektur upacara pemakaman di Pemakaman Muslim Tanjungsenang, Bandarlampung.
Belum lagi jenazah mantan Walikota Metro pertama dimakamkan, datang berita duka lanjutan. Mantan Bupati Way Kanan pertama -periode 2000-2010-, Drs. H. Tamanuri, MM, meninggal dunia.
Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Lampung II tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, Senin (23/3/2026) pagi, pukul 07.30 WIB.
Jenazah Tamanuri yang mengakhiri karier PNS sebagai Sekda Kabupaten Tanggamus -era Bupati Achmad Syah Putra- selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Jln. Sultan Agung No F6 -seberang Masjid Ad-Dua-, Way Halim, Bandarlampung.
Hingga akhir hayatnya, ayah kandung mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara tersebut merupakan politisi andalan dan kebanggaan Partai NasDem. Itu sebabnya, duka mendalam dirasakan oleh para kader partai besutan Surya Paloh.
Diantaranya disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mardiana. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang bertanggungjawab dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
"Bahkan saat kritis, almarhum masih terus menanyakan pekerjaannya,” ujarnya.
Ucapan duka juga datang dari jajaran Partai NasDem Lampung. Wakil Ketua NasDem Lampung, Rakhmat Husein DC, mengatakan pihaknya masih menunggu kepulangan jenazah dari Jakarta.
“Kami sangat berduka. Beberapa bulan lalu di Tulang Bawang Barat, almarhum masih menggelorakan dan membangkitkan semangat kami yang muda-muda,” katanya.
Ditambahkan, Ketua DPW NasDem Lampung, Herman HN, tengah dalam perjalanan dari Jakarta menuju Lampung untuk melayat ke rumah duka.
Tamanuri dikenal sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat sebelum terjun ke dunia politik.
Lahir di Tanah Abang, Bunga Mayang, Lampung Utara, pada 8 Agustus 1952, Tamanuri memulai karier sebagai aparatur sipil negara sejak 1976. Ia meniti karier dari staf hingga dipercaya menduduki jabatan strategis, seperti camat dan sekretaris daerah.
Namanya semakin dikenal saat menjabat sebagai Bupati Way Kanan selama dua periode, 2000 hingga 2010.
Pada Pemilu 2014, ia terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Partai NasDem untuk dapil Lampung II.
Selamat jalan, Kak Mozes dan Bang Tamanuri. Kalian tokoh besar bagi Provinsi Lampung.
(zal/inilampung)

