-->
Cari Berita

Breaking News

Mengenaskan, Bocah Korban Banjir Itu Masih Pakai Seragam Pramuka

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Sabtu, 07 Maret 2026

 

Jasat korban bernama Satria (10) ditemukan masih berseragam Pramuka, pada Sabtu (7/3/2026) (dok. Damkar)


INILAMPUNGCOM --- Banjir yang melanda 38 titik di wilayah Kota Bandarlampung akibat hujan deras kurang dari 3 jam hari Jum'at (6/3/2026) kemarin, menyisakan duka mendalam.


Bukan hanya bagi 3 keluarga korban yang anggota keluarganya kehilangan nyawa, namun juga seluruh warga Bandarlampung yang masih mempunyai nurani dan empati. Karena kejadian mengenaskan yang merenggut nyawa itu selalu berulang setiap kali hujan deras datang.


Tim Damkar Bandar Lampung hingga larut malam lakukan penelusuran korban (dok.inilampung)


Korban meninggal dunia terakhir yang ditemukan Sabtu (7/3/2026) dinihari adalah Satria (10). Anak dari Sayuda yang beralamat di Kampung Tua, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, itu kondisi jasadnya sangat memprihatinkan.


Menurut penelusuran inilampung.com, kejadian memprihatinkan yang dialami Satria ini bermula saat ia bersama satu temannya ingin pergi ke warung di seberang sungai.


Dengan masih menggunakan seragam sekolah Pramuka, Satria dan temannya melintasi aliran sungai yang cukup deras. Ketika keduanya sedang di tengah aliran sungai, mendadak terpeleset. Karena batu yang diinjak dalam kondisi licin. 


Dalam hitungan detik, Satria dan temannya terbawa arus sungai yang cukup deras akibat hujan.


Saat korban dan satu temannya terbawa arus sungai, ada salah satu warga setempat yang melihat dan kemudian berteriak meminta pertolongan.


Teriakan warga itu memancing warga yang lain keluar rumah. Beberapa warga mencoba menyelamatkan korban dan  temannya. Tetapi, hanya teman Satria yang dapat diselamatkan warga.


Satria yang masih memakai pakaian Pramuka terbawa aris deras. Dan akhirnya ditemukan meninggal dunia oleh tim gabungan -Basarnas, Damkarmat, BPBD, dan aparat setempat. Jasad siswa SD tersebut ditemukan di aliran  sungai yang mengarah ke belakang Kampus Politeknik Lampung (Polinela).


Setelahnya jasad Satria diserahkan tim gabungan kepada keluarganya. Sabtu (7/3/2026) siang, jasad Satria dikebumikan.


Kematiannya menambah daftar panjang korban banjir di Kota Bandarlampung selama kepemimpinan Eva Dwiana. Tragedi kemanusiaan ini adalah bukti nyata kepemimpinan di Pemkot Bandarlampung yang tidak mampu menyelamatkan nyawa warganya.


Dan kita sebagai warga, hanya bisa berucap: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.    (zal/inilampung)

LIPSUS