-->
Cari Berita

Breaking News

Pesta Sekura Cakak Buah Dihelat di Hari Lebaran

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Sabtu, 21 Maret 2026

 

Pesta Sekura Cakak Buah di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, di Hari Lebaran Idul Fitri, Sabtu (21/32026). 

INILAMPUNGCOM - Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyampaikan rasa bangganya terhadap para Muli Mekhanai (Bujang Gadis) yang sampai dengan saat ini masih konsisten mempertahankan seni dan budaya khususnya khas Lampung Barat.  


Ungkapan itu disampaikan Bupati Parosil saat menghadiri perhelatan Pesta Sekura Cakak Buah di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, di Hari Lebaran Idul Fitri, Sabtu (21/32026). 


Sekura adalah tradisi pesta topeng khas masyarakat Lampung Barat yang diadakan untuk merayakan Idul fitri. 


Pesta ini bertujuan untuk menggambarkan kegembiraan dan mempererat hubungan silaturahmi masyarakat.

Pesta Sekura Cakak Buah di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, di Hari Lebaran Idul Fitri, Sabtu (21/32026). 


Sekura Cakak Buah sendiri sudah diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia yang telah mendunia.


"Saya bangga atas terselenggaranya perhelatan Pesta Sekura Cakak Buah ini, terlebih hampir setiap pekon yang menggelar Pesta Sekura digerakkan oleh Muli Mekhanai, itu artinya ada jiwa kepedulian anak-anak kita terhadap budaya warisan leluhur," ucapnya. 


Parosil juga menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk terus melestarikan seni dan budaya khas Lampung Barat yang saat ini mulai tergerus oleh perkembangan zaman. 

Bupati Parosil di Pesta Sekura Cakak Buah di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, di Hari Lebaran Idul Fitri, Sabtu (21/32026). 


"Pendidikan itu penting. Menimba ilmu di Bandarlampung, Yogja, Bandung, Jakarta dan lainnya, itu boleh-boleh saja. Tetapi ketika liburan pulang kampung seperti saat ini, kita harus terus turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan-kegiatan seperti ini," paparnya. 


Menurut Parosil, jika jiwa kesadaran Muli Mekhanai tidak terus dipupuk baik oleh tokoh adat, masyarakat maupun pemerintah, dirinya khawatir ke depan seni dan budaya khas Lampung Barat akan mulai hilang.


"Justru harus kita tunjukkan salah satu kekayaan Lampung Barat ini sampai ke luar daerah. Jadikan budaya ini sebagai alat untuk memantik wisatawan dari luar daerah datang kesini," tutupnya. (zal/inilampung)

LIPSUS