![]() |
| Sekdaprov Marindo Kurniawan pimpin rakor penanganan sungai, Senin (9/3/2026) pagi. (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Sikap Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, yang biasanya jumawa dan terkesan dapat mengatasi semua masalah dengan "kesaktiannya", ternyata bisa berubah total: rendah hati dan bahkan sadar akan perlunya koordinasi antar-institusi pemerintahan.
Hal itu terjadi saat Walikota Eva Dwiana menyampaikan berbagai hal yang telah dilakukan Pemkot Bandarlampung terkait penataan sungai pada rapat koordinasi dengan Pemprov Lampung di Ruang Sakai Sambayan Kantor Gubernur, Senin (9/3/2026) pagi.
Pada rakor yang dipimpin Sekdaprov Marindo Kurniawan yang juga dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung, Anggota DPR RI Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Lampung Lesty Putri Utami, serta sejumlah kepala OPD itu, Eva memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandarlampung dalam menangani banjir yang melanda 44 titik wilayah pada hari Jumat (6/3/2026) lalu.
Dijelaskan, pemkot telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari perbaikan talut, normalisasi sungai, hingga penertiban bangunan yang berada di bantaran sungai.
“Untuk sementara ini, talut sudah kita bereskan. Rumah-rumah yang berada di pinggir sungai juga sudah secara bertahap kita selesaikan, ada yang kita bongkar dan kita bantu perbaiki,” kata Eva.
Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah mempercepat aliran air agar dapat mengalir menuju laut, terutama di wilayah perbatasan antara Bandarlampung dan Lampung Selatan, yang memiliki sejumlah sungai besar.
Dikatakan, sebagian besar titik banjir berada di kawasan perbatasan tersebut, sementara wilayah pesisir relatif aman dari genangan.
“Permasalahan sekarang bagaimana caranya air ini cepat keluar. Banyak titik yang berada di perbatasan Bandarlampung dan Lampung Selatan yang sungainya besar-besar. Kalau yang di pesisir, Alhamdulillah aman,” ujarnya.
Eva juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun instansi terkait untuk bersama-sama mencari solusi penanganan banjir di ibukota Provinsi Lampung tersebut.
“Mudah-mudahan semua pihak bisa tergerak mencari solusi untuk dampak sungai-sungai yang ada di Bandarlampung. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah kota saja,” katanya terus terang.
Eva juga menegaskan pentingnya penanganan banjir secara serius dan terkoordinasi oleh seluruh pihak terkait.
“Itu bukan marah, tapi menegaskan. Kalau tidak ditegaskan, nanti kerjanya tidak maksimal. Ini pekerjaan bersama, bukan hanya tanggung jawab Bandarlampung saja,” ucapnya.
Ia berharap, rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pembangunan kolam retensi atau embung di sejumlah wilayah, dapat segera direalisasikan guna mengurangi risiko banjir di Bandarlampung ke depan. (zal/inilampung)


