INILAMPUNGCOM --- Usai apel pagi di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung di Telukbetung, Rabu (29/4/2026) pagi, ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Lampung menggelar aksi demo.
Tidak lazimnya, yang didemo dan didesak mundur adalah Kepala Satpol PP M.
Zulkarnain. Tentu hal ini menarik perhatian pegawai Pemprov Lampung. Pasalnya, ratusan anggota Satpol PP itu ditengarai telah kehilangan jiwa korsa kepada pimpinannya sendiri.
Apalagi, terang-terangan anggota Satpol PP itu mendesak Kepalanya, M. Zulkarnain, untuk mundur dari jabatannya.
Tak ayal, banyak pegawai Pemprov Lampung yang menyaksikan aksi demo itu menilai bahwa kegiatan tersebut bukan murni aspirasi mereka, melainkan karena ada "titipan".
Maksudnya? "Pola kayak mendemo atasan begini adalah trik agar pimpinan mengganti Zulkarnain. Kan alasannya jelas, anggota sudah nggak senang lagi dia pimpin," kata seorang pegawai yang keberatan dituliskan namanya.
Ia memprediksi, pola "kehilangan dukungan" bawahan semacam ini akan terus dimainkan ke depannya, baik secara terbuka maupun tertutup.
Mengadu ke Sekdaprov
Diketahui, ratusan anggota Satpol PP Pemprov Lampung itu kemudian bergerak menuju Kantor Sekdaprov Marindo Kurniawan, guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
Suasana demo berlangsung tertib, dan para anggota Satpol PP berbaris rapih saat mendengarkan arahan dari perwakilan sebelum penyampaian aspirasi dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, para anggota menyampaikan permohonan agar Kepala Satpol PP Provinsi Lampung, M. Zulkarnain, dapat diganti atau diberhentikan dari jabatannya. Aspirasi tersebut juga dituangkan dalam bentuk surat pernyataan yang disampaikan kepada Sekdaprov.
Apa yang menjadi latar belakang penyampaian aspirasi ini? Antara lain terkait evaluasi kepemimpinan, pelibatan pejabat dalam penyusunan anggaran, serta kondisi internal organisasi.
Para anggota berharap, Pemprov Lampung dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut secara objektif dan bijaksana demi menjaga kinerja serta kondusivitas di lingkungan Satpol PP.
Terkait aksi ini, sumber inilampung.com menyatakan, pimpinan memang telah merencanakan mengganti Zulkarnain. Namun mesti dicarikan "alasan pemaklumannya".
Munculnya aksi demo ini dinilai sebagai satu alasan untuk memutasi Zulkarnain yang setidaknya telah empat tahun menjabat Kepala Satpol PP Pemprov Lampung.
Lalu siapa yang digadang-gadang akan menggantikan Zulkarnain? Sumber itu menyebutkan nama Kepala Dinas Sosial Aswarodi. Bila skenario ini berjalan, Zulkarnain ke Dinas Sosial dan Aswarodi menjabat Kepala Satpol PP.
Bakalkah begitu alurnya? Sayangnya, Kepala BKD Rendi Reswandi yang dimintai konfirmasi belum memberi jawaban hingga berita ini ditayangkan. (zal/inilampung)

