![]() |
| Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ground breaking pembangunan ruas jalan Kalirejo - Bangun Rejo, Lampung Tengah (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Hari Jum'at (3/4/2026) ini merupakan hari libur nasional. Memperingati wafatnya Yesus Kristus atau Paskah. Namun tidak berarti Gubernur Rahmat Mirzani Djausal hanya "leyeh-leyeh" di Mahan Agung.
Siang ini -dimulai pukul 14.00 WIB-, Mirza justru beraktivitas nyata. Melakukan ground breaking pembangunan ruas jalan Kalirejo - Bangun Rejo, Lampung Tengah.
Karena Gubernur Mirza tetap beraktivitas pemerintahan di hari libur nasional, beberapa pejabat pun turut mendampingi. Seperti Sekdaprov Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala Diskominfotik Ganjar Jationo, Kasat Pol PP M. Zulkarnain, dan tentu saja Kadis BMBK M. Taufiqullah.
Selain itu, hadir juga pada acara ground breaking pembangunan ruas jalan Kalirejo - Bangun Rejo ini anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKB, Budi Hadi Yunanto.
Usai melakukan ground breaking, Gubernur Mirza dan rombongan meninjau ruas jalan Padangratu - Kalirejo.
Dan yang terakhir, meninjau pembangunan jalan Padangratu - Pekurun Udik.
Dalam perjalanan kembali ke Bandarlampung, Mirza dan rombongan mampir ke Masjid Agung Gunung Sugih untuk melaksanakan solat maghrib.
![]() |
| ruas jalan Kalirejo - Bangun Rejo, Lampung Tengah |
Proyek yang Dikerjakan
Diketahui, memasuki bulan April ini banyak proyek infrastruktur yang mulai dikerjakan.
Menurut Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, seluruh tahapan awal, mulai dari penandatanganan kontrak pinjaman hingga proses lelang, telah menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, progresnya sesuai dengan yang diharapkan. Kemarin kontrak dengan Bank BJB terkait pinjaman -Rp1 triliun- sudah ditandatangani langsung oleh Pak Gubernur. Untuk pelaksanaan, lelang juga sudah selesai, tinggal penandatanganan kontrak dengan pelaksana di lapangan yang direncanakan pada 1 April,” ujar Taufiqullah, Selasa (31/3/2026) lalu sebagaimana dikutip dari rmollampung.id.
Dijelaskan, pada tahap pertama terdapat 29 paket pekerjaan perbaikan jalan yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan kini siap memasuki tahap kontrak serta pelaksanaan di lapangan.
Dikatakan Taufiq, Gubernur Mirza akan turun langsung melakukan monitoring guna memastikan kualitas pekerjaan, baik yang bersumber dari dana pinjaman maupun APBD.
“Pak Gubernur akan melihat langsung pelaksanaan di lapangan. Ini penting agar dari awal kita pastikan pekerjaan dilakukan secara serius, tidak hanya perencanaan dan penyediaan anggaran saja, tetapi pelaksanaan juga harus berkualitas,” jelasnya.
Taufiq menegaskan, pengawasan langsung oleh Gubernur Mirza tersebut menjadi dorongan bagi jajaran dinas dan pelaksana proyek untuk bekerja lebih optimal.
Menurutnya, 29 paket pekerjaan tersebut mencakup berbagai jenis penanganan jalan, mulai dari pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi hingga preservasi, dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 99,92 kilometer.
Selain itu, masih terdapat paket pekerjaan lanjutan yang akan masuk tahap berikutnya.
Taufiq menyebutkan, setelah tahap pertama ini, akan dilanjutkan dengan sekitar 25 paket pada tahap kedua, termasuk satu paket di Kabupaten Mesuji yang akan dilelang ulang.
“Total keseluruhan paket ada sekitar 62 paket. Nanti akan dilaksanakan secara bertahap, dan Pak Gubernur juga akan terus melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan semua berjalan baik,” ujarnya.
![]() |
| Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ground breaking pembangunan ruas jalan Kalirejo - Bangun Rejo, Lampung Tengah (ist/inilampung) |
Ia menambahkan, kunjungan lapangan kemungkinan akan dilakukan secara klaster mengingat banyaknya titik pekerjaan yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Berikut 29 paket pekerjaan perbaikan jalan yang mulai dikerjakan:
1. Kota Bandarlampung:
Pelebaran Jalan RE Martadinata; 3,20 km.
2. Kabupaten Pesawaran:
Pelebaran jalan Lempasing– Padang Cermin; 2,50 km.
Rekonstruksi jalan Branti – Gedong Tataan; 0,63 km.
Rehabilitasi jalan Gedong Tataan – Kedondong ; 0,70 km.
Rehabilitasi jalan Kedondong – Pardasuka; 0,70 km.
3. Kabupaten Pringsewu:
Preservasi ruas jalan Kalirejo – Pringsewu; 2,50 km.
Rekonstruksi ruas jalan Pringsewu – Pardasuka; 0,60 km.
4. Kabupaten Lampung Selatan:
Pelebaran Sp. Korpri – Purwotani; 10,00 km.
Rekonstruksi ruas jalan Kalianda – Kunyir – Gayam; 0,60 km.
5. Kabupaten Lampung Timur:
Preservasi ruas jalan Jabung – Sp. Labuhan Maringgai; 5,00 km.
6. Kabupaten Lampung Tengah:
Preservasi ruas jalan Bandar Jaya – Sp. Mandala; 10,00 km.
Preservasi ruas jalan Kalirejo – Bangunrejo; 6,00 km.
Preservasi ruas jalan Wates – Metro; 1,50 km.
Preservasi ruas jalan Padangratu– Pekurun Udik; 4,00 km.
Preservasi ruas jalan Padangratu – Kalirejo; 7,00 km.
7. Kabupaten Lampung Utara:
Rehabilitasi ruas jalan Pekurun Udik – Aji Kagungan; 1,00 km.
8. Kabupaten Way Kanan:
Preservasi ruas jalan Kasui – Air Ringkih; 5,50 km.
Preservasi ruas jalan Tegal Mukti – Tajab; 8,75 km.
Rekonstruksi ruas jalan Sp. Sopyono – Serupa Indah; 1,00 km.
9. Kabupaten Tanggamus:
Preservasi ruas jalan Sp. Teluk Kiluan – Sp. Umbar; 2,50 km.
Preservasi ruas jalan Sp. Umbar – Putih Doh; 2,50 km.
Rekonstruksi ruas jalan Sukamar – Kuripan; 1,50 km.
Rekonstruksi ruas jalan Kuripan – Kota Agung; 1,87 km.
10. Kabupaten Lampung Barat:
Preservasi ruas jalan Suoh – Sp. Blok 9; 4,00 km.
11. Kabupaten Tulang Bawang:
Preservasi ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir; 7,00 km.
Preservasi ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir; 6,50 km.
Rekonstruksi ruas jalan Sp. Unit VIII – Gedong Aji; 1,00 km.
12. Kabupaten Tulang Bawang Barat:
Rekonstruksi ruas jalan Bandar Sakti – Sp. Daya Murni; 0,87 km.
Rekonstruksi ruas jalan Sp. Daya Murni – Gunung Batin, 1,00 km. (zal/inilampung)




