-->
Cari Berita

Breaking News

Dialog Nabi Musa dengan Iblis

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Jumat, 17 April 2026

 


Oleh: Junaidi Jamsari 


Beragam cara akan dilakukan setan untuk menyesatkan umat manusia. Setan juga akan menggunakan setiap peluang agar targetnya tersebut jauh dari hidayah Allah SWT. 


Kisah perbincangan Nabi Musa AS dengan iblis yang hendak bertaubat berikut ini, menjelaskan secara gamblang tiga hal yang perlu kita waspadai. Dimana tiga hal tersebut berpotensi besar memicu keterlibatan setan. Seperti dinukilkan dalam kitab Gharaib wa ‘Ajaib al-Jin karya Qadi Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibli.  


Abdurrahman bin Ziyad mengisahkan, suatu saat ketika Nabi Musa AS sedang berkumpul dalam sebuah majelis ilmu, tiba-tiba iblis yang sedang memakai penutup -yang dipakai untuk membaca beragam mantera- datang.

Ketika iblis mendekat di majelis, ia melepas penutup dan menyapa Nabi Musa.


“Assalamualaika, wahai Musa.”


“Siapa Anda,” kata Musa. 


“Iblis.”


“Baik, Allah tidak akan melindungimu. Apa gerangan membuatmu datang kemari?” tanya Nabi Musa.


“Aku ingin menyerah di hadapan Anda, sebab posisi dan kedudukan Anda yang mulia di hadapan Allah SWT,” ujar iblis.


“Benda apa yang saya lihat di atas kepala Anda?” tanya Nabi Musa lagi. 


“Alat inilah yang aku pakai untuk merebut hati keturunan Adam,” jawab iblis. 


Kesempatan ini pun lantas dipergunakan Nabi Musa untuk mengorek rahasia di balik strategi setan menggoda manusia. 


“Perkara apa yang dilakukan manusia dan membuat mudah Anda menguasainya?" tanya Nabi Musa.


“Saat manusia diselimuti rasa bangga terhadap dirinya sendiri, sombong, dan saat ia lupa terhadap dosa-dosanya,” jawab iblis. 


Iblis kembali mengutarakan perkara penting kepada Nabi Musa, "Dan saya peringatkan Anda akan tiga hal, yaitu pertama janganlah Anda berkhalwat dengan perempuan yang tidak halal, tidaklah hal ini terjadi, kecuali saya langsung yang akan menggoda, bukan sahabat-sahabat saya, hingga saya selesai menyesatkan keduanya."


"Kedua, dan janganlah Anda mudah membuat janji kecuali Anda mampu menepatinya. Tidaklah hal demikian terjadi, hingga saya akan berupaya menjauhkan Anda dengan janji itu," lanjut iblis. 


"Ketiga, ketika bersedekah ikhlaskanlah. Tidaklah seseorang bersedekah, kecuali saya akan hadir dan mengganggunya langsung, setelah itu saya serahkan ke teman-teman saya.”


Setelah memberitahukan tiga perkara ini, iblis pun berlalu meninggalkan Musa dan bergumam pelan; "Celakalah! (hingga tiga kali). Nabi Musa mengetahui perkara yang harus diwaspadai keturunan Adam sekarang.


Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah percakapan singkat Nabi Musa dengan iblis tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab. *Penulis Tinggal di Lampung Barat.

LIPSUS