![]() |
| Rika Yolanda dan Damayanti sempat menyelamatkan diri di Wira Garden (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Tragedi kemanusiaan yang menelan dua nyawa mahasiswi MIPA Universitas Lampung (Unila) -Fatmawati dan Bunga Rosana- Rabu (1/4/2026) lalu di objek wisata Wira Garden, Batuputuk, Bandarlampung, membawa kesedihan tersendiri bagi civitas akademika PTN terbesar dan tertua di Lampung tersebut.
Hal itu terungkap dari pernyataan Rektor Unila, Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, kepada inilampung.com, Minggu (5/4/2026) pagi.
Ditegaskan Prof. Lusi -panggilan akrab Rektor Unila-, bahwa pasca ditemukannya kedua mahasiswi MIPA Unila pada hari Kamis (2/4/2026) siang, pihaknya langsung menyampaikan ucapan belasungkawa atas tragedi yang menimpa Fatmawati dan Bunga Rosana.
Menurutnya, tidak hanya ucapan belasungkawa saja yang disampaikan pimpinan Unila.
"Kami juga sudah ke rumah korban, termasuk pak Dekannya," tutur Prof. Lusi.
Ditambahkan: "Tentu kami sangat sedih atas kehilangan mahasiswi kami. Semoga almarhumah dihapuskan segala dosa dan diterima amal ibadahnya, dan orang tuanya diberi kesabaran."
Terkait dengan objek wisata Wira Garden yang menjadi tempat terseretnya kedua mahasiswi Unila oleh air bandang yang datang secara tiba-tiba pasca turun hujan, Rektor Unila menyarankan untuk tempat wisata agar lebih mencermati perkembangan alam.
"Biasanya mereka -pengelola objek wisata- sudah pengalaman kapan air bah itu datang, memang secara mendadak," kata dia.
Ditambahkan, biasanya pada bulan-bulan tertentu musim penghujan, pengelola objek wisata hendaknya dapat mengingatkan pengunjung agar tidak bermain di sungai.
Sebagaimana diketahui, tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa dua mahasiswa Unila itu bermula ketika Fatmawati, Bunga Rosana beserta dua temannya: Rika Yolanda dan Damayanti mengunjungi tempat wisata alam Wira Garden yang ada di Jln. Wan Abdurrahman, Batuputuk, Telukbetung Barat, Bandarlampung, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Baru beberapa saat keempat mahasiswi Unila itu sampai ke tempat wisata, hujan turun dengan derasnya. Setelah reda, mereka bermain di sungai yang membelah Wira Garden.
Penuh keceriaan mereka berfoto dan membuat beberapa video. Naas, ditengah keasyikan menikmati keindahan alam tersebut, mendadak datang air bandang dari arah hulu sungai.
Rika Yolanda dan Damayanti sempat menyelamatkan diri dengan menaiki pondasi batu. Tidak demikian dengan Fatma dan Bunga. Keduanya tidak sempat berlari keluar dari sungai.
Hanya dalam hitungan detik, kedua mahasiswa berhijab itu terhantam air bah dan terseret arus deras.
Kerja keras Tim SAR Gabungan -Damkarmat, BPBD, TNI, Polri dan Relawan- dibantu rekan-rekan Fatma dan Bunga dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menemukan keduanya akhirnya berhasil pada hari Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Fatma (23) dan Bunga (23) diketemukan di laut lepas sekitar Pulau Pasaran, atau 5,3 Km dari tempat wisata Wira Garden, dalam kondisi telah meninggal dunia.
Setelah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara, Rajabasa, Bandarlampung, jenazah keduanya dibawa ke kampung halaman masing-masing.
Fatmawati dibawa ke rumahnya di Kelurahan Indraloka Jaya, Sp Asahan, Way Kenanga, Tulang Bawang Barat, sedangkan Bunga dibawa ke rumahnya di Hadimulyo, Kota Metro. Kamis (2/4/2026) malam, jenazah kedua mahasiswi Unila yang tengah bersiap ujian skripsi ini dimakamkan di kampung halamannya masing-masing. (kgm-1/inilampung)


