-->
Cari Berita

Breaking News

Ini PR Kepala Bapenda Lampung yang Baru Versi Asrian Hendi Caya

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 01 April 2026

 

ekonom dari Pubian Institut, H. Asrian Hendi Caya (ist/inilampung)

INILAMPUNGCOM - Selasa (31/3/2026) petang kemarin, posisi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, berganti. Slamet Riadi bertukar jabatan dengan Saipul. 


Posisi Kepala Dinas PMDes & Transmigrasi yang sebelumnya diisi Saipul, kini menjadi job Slamet Riadi. 


Tergusurnya Slamet Riadi, menurut beberapa kalangan, tidak lepas dari jebloknya pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Lampung di tahun 2025 kemarin. Yang turun jauh dibandingkan perolehan di 2024. 


Apakah dengan pergantian Kepala Bapenda ini akan mampu mendulang PAD sesuai yang ditargetkan dan apa PR yang harus diselesaikan? Berikut petikan wawancara khusus inilampung.com dengan ekonom dari Pubian Institut, H. Asrian Hendi Caya, Rabu (1/4/2026) pagi:


Banyak yang menilai, digantinya Kepala Bapenda hari ini buntut jebloknya perolehan PAD di 2025 kemarin, menurut Anda?

Kalau menurut Sekdaprov, mutasi itu kan untuk penyegaran. Dan ini hal yang wajar dalam birokrasi, yang pola kerjanya berulang sehingga cenderung menjadi rutinitas. Akibatnya, pola kerja cenderung stagnan atau mandeg. 


Oke, katakanlah mutasi itu penyegaran. Apa harapan dari langkah tersebut?

Dengan penyegaran itu diharapkan ada semangat baru dan cara pandang baru yang akan meningkatkan kinerja dan menggairahkan kerja pegawai. Itu harapannya. 


Jadi Anda menilai rotasi di pucuk pimpinan Bapenda Lampung hal yang memang perlu, begitu?

Iya, tentu perlu dilakukan untuk menggairahkan kinerja. Apalagi ada perubahan kebijakan fiskal sehingga transfer keuangan daerah (TKD) mengalami penurunan.


Besar memang penurunan TKD yang kita alami ya..?

Iya, besar sekali jumlahnya. Pada tahun 2026 ini TKD Lampung berkurang sekitar Rp500 miliar. Tentu itu jumlah yang cukup besar dan akan berdampak pada kemampuan membangun serta memberikan layanan publik. 


Lalu apa yang harus dilakukan Pemprov Lampung dengan kondisi tersebut?

Hal ini perlu diantisipasi melalui kebijakan pendapatan daerah dan pengeluaran daerah.


Maksudnya..?

Pendapatan daerah ditingkatkan melalui berbagai sumber dengan optimalisasi penggalian sumber pendapatan dan menekan kebocoran pendapatan. Itu kata kuncinya.


Konkritnya seperti apa..?

Pengeluaran daerah diefektifkan dengan mengalokasikan secara optimal pada kegiatan yang berdampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial, serta menekan pengeluaran yang seremonial dan belum mendesak.


Selain itu..?

Dan tidak kalah penting adalah menciptakan iklim usaha yang sehat serta ramah investasi. Karena berkembangnya ekonomi yang dicerminkan pertumbuhn ekonomi, akan meningkatkan potensi pendapatan terutama pertumbuhan sektor industri dan jasa.


Apa harapan Anda pada Kepala Bapenda Lampung yang baru?

Diharapkan kepada pejabat baru dapat meningkatkan kegairahan kerja dan pola kerja makin produktif.


Menurut Anda, apa PR bagi Kepala Bapenda yang baru? 

Dalam konteks ini, PR-nya adalah date based sumber pendapatan daerah, utamanya pajak kendaraan bermotor (PKB) sebagai sumber pendapatan yang besar. 


Selain itu..?

Enterprenuership, sehingga dapat mengoptimalkan aset-aset daerah dan menjadi sumber pendapatan daerah. Minimal dapat membiayai dirinya sendiri sehingga tidak membebani keuangan daerah.


Tapi kan aset daerah itu adanya di BPKAD, bagaimana?

Walau aset ada di BPKAD tapi kreativitas untuk menjadikannya sumber pendapatan menjadi perannya Bapenda. Disini menunjukkan bahwa pola kerja Bapenda bersifat sinergi dan kolaborasi.


Sinergi dan kolaborasi ini tampaknya jadi PR juga buat Kepala Bapenda yang baru ya, begitu..?

Nah, bener itu. Ini juga menjadi PR bagi Kepala Bapenda Lampung yang baru, yaitu meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, baik sesama OPD, utamanya dengan stakeholders dan mitra kewenangan.


Menurut Anda, apa terobosan yang harus dilakukan Kepala Bapenda yang baru..?

Terobosannya ya dengan menerapkan data based pada PKB dan potensi semua pajak dan retribusi daerah. Lalu enterpreneurship pada aset serta pertumbuhn sektor industri dan jasa.


Bisa Anda beri contoh..?

Misalnya, gedung Guest House Dinas Kehutanan, bisa dimitrakan dengan pihak ketiga untuk kegiatan yang prospek bisnisnya bagus. Hal ini dimudahkan dengan menjadikannya BLUD, sehingga dapat langsung bermitra dengan pihak ketiga. 


Yang terakhir, apa PR paling prioritas bagi Kepala Bapenda yang baru?

Ya tadi itu, sinergi dan kolaborasi untuk optimalisasi pajak dan retribusi daerah serta pendayagunaan aset daerah. Kalau ini dijawab dengan kerja nyata, pasti ada perbaikan perolehan PAD ke depan. (kgm-1/inilampung)

LIPSUS