-->
Cari Berita

Breaking News

PTPN I Dukung Visi BP Danantara Perkuat Ekosistem Kesehatan BUMN

Dibaca : 0
 
Kamis, 02 April 2026

INILAMPUNGCOM -- Sejumlah rumah sakit milik PTPN I akan ditingkatkan kualitas layanan dan infrastrukturnya. Difasilitasi Danantara, beberapa rumah sakit yang awal berdirinya merupakan klinik perkebunan akan dikelola secara professional oleh PT Pertamina Bina Madika IHC. Perjanjian pengalihan saham bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) ditanda tangani di Kantor BP BUMN Jakarta, Rabu (1/4/26).


Momen penguatan eksosistem kesehatan di tubuh BUMN ini dihadiri Chief Operating Officer (COO) BP Danantara, Dony Oskaria. Sejumlah direksi BUMN memiliki keterikatan historis dengan dunia kesehatan hadir. Dari PTPN I, hadir Direktur Utama Teddy Yunirman Danas dan Direktur Keuangan Donny Gandha Mihardja. Satu spirit yang terbangun dari penanda tanganan ini adalah era baru pengelolaan aset kesehatan yang lebih kompetitif, profesional, dan manusiawi.


Dalam sambutannya, Dony Oskaria menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan industri kesehatan global harus dijawab dengan kualitas pelayanan yang setara. Ia tidak memungkiri bahwa selama ini fasilitas medis milik negara seringkali dipandang sebelah mata jika disandingkan dengan kenyamanan rumah sakit swasta maupun fasilitas medis di luar negeri. Oleh karena itu, melalui konsolidasi di bawah naungan BP Danantara, negara berkomitmen menghapus keraguan warga terhadap fasilitas kesehatan miliknya sendiri, sekaligus merealisasikan visi Presiden Prabowo dalam menghadirkan layanan medis mumpuni di 34 ibu kota provinsi di seluruh Indonesia.


Menanggapi visi besar tersebut, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan dukungan penuhnya terhadap peta jalan yang disusun BP Danantara. Teddy menekankan bahwa PTPN I sebagai pilar utama sektor agroindustri kini saatnya kembali fokus pada lini bisnis utama di bidang perkebunan. Namun, aset fasilitas kesehatan yang dimiliki perusahaan tidak akan ditinggalkan begitu saja, melainkan diberi "nyawa" baru melalui kolaborasi ini agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman.


Menurut Teddy, menyerahkan pengelolaan rumah sakit ke dalam ekosistem yang lebih ahli merupakan langkah paling rasional sekaligus mulia. Dengan cara ini, PTPN I dapat mempertajam fokus pada detak jantung bisnis utamanya tanpa sedikit pun mengabaikan aspek kemanusiaan yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang perusahaan. Ia meyakini bahwa rumah sakit-rumah sakit tersebut tidak boleh lagi berjalan terseok-seok secara mandiri, melainkan harus menyatu dalam satu kekuatan besar yang efisien dan benar-benar berorientasi pada kepuasan pasien.


Langkah konsolidasi ini sejatinya merupakan bagian dari rencana besar negara untuk merampingkan ribuan anak perusahaan BUMN melalui pilar likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. Upaya "pembersihan" dari praktik transaksi antar-perusahaan yang tidak efisien ini diharapkan dapat memastikan setiap rupiah dan setiap fasilitas bekerja secara transparan untuk kepentingan publik. Apa yang telah berhasil dibuktikan di sektor energi, kini diadopsi ke dalam industri kesehatan demi keberlanjutan yang lebih sehat bagi keuangan negara.


Pada akhirnya, perubahan struktural yang diikhtiarkan hari ini bukan sekadar urusan manajerial, melainkan tentang warisan berharga bagi generasi masa depan. PTPN I dan BP Danantara kini bergerak dalam satu frekuensi visi untuk memastikan bahwa perusahaan negara yang diwariskan kelak adalah entitas yang sehat, kuat, dan bermartabat. Sebagai abdi negara, perjalanan transformasi ini adalah bentuk dedikasi tulus—sebuah janji bahwa BUMN mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan yang menyentuh langsung denyut kehidupan bangsa Indonesia. (mfn/rls)

LIPSUS