![]() |
| KH Muhammad Shalahuddin A. Warits dan Inayah Wulandari Wahid. Ist. |
Putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid (43) melangsungkan pesta pernikahan dengan KH Muhammad Shalahuddin A. Warits -- seorang kyai asal Madura, di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026).
Suasana pernikahan keduanya berlangsung penuh hikmad -- jauh dari kesan mewah, namun penuh kehangatan.
Momen sakral itu juga sempat mencuri perhatian publik. Beberapa media social mengunggah video pendek tentang suasana pernikahan mereka ---sebagai peristiwa bersejarah bagi keluarga cucu pendiri organisasi Nadlatul Ulama, sekaligus mantan Presiden RI itu.
Dalam rekaman video, Inayah tampil anggun mengenakan kebaya broken white yang dipadukan dengan kain batik, lengkap dengan selendang penutup kepala. Senyum bahagia tak lepas dari wajahnya saat bersanding dengan sang suami.
Berbeda dari pernikahan figur publik pada umumnya, acara ini digelar secara intern dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat terdekat. Dekorasi yang minimalis dan suasana yang bersahaja justru memperkuat kesan sakral dalam prosesi tersebut.
Wanita yang akrab disapa Ning Inayah dipersunting oleh Muhammad Shalahuddin alias Ra-Mamak.
Mengutip laporan detikjatim, Ra-Mamak lahir pada 16 April 1982. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya di Sumenep. Selain mengasuh pesantren, ia juga aktif mengajar sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak tahun 2015.Dia dikenal kiai yang menguasai beberapa bahasa, seperti bahasa Inggris, Arab, dan Prancis.
Sementara itu, Inayah Wulandari Wahid lahir di Jakarta pada 31 Desember 1982. Ia dikenal aktif di berbagai ruang publik sebagai aktivis yang menyuarakan isu gender, keberagaman, hingga lingkungan.Di luar aktivitas advokasi, Inayah juga pernah terjun ke dunia seni.
Kerabat dekat Ra-Mamak, yakni Mohammad Hosnan Nafie yang merupakan Rektor Universitas Annuqayah Guluk-Guluk, menyebut, sebenarnya kedua mempelai telah menggelar akad sejak 2025 lalu.
Keduanya telah diakadkan sejak 2025, tepatnya pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah, bertepatan dengan 22 Januari 2025 di Ciganjur dengan wali nikah Umar Wahid. (kgm/dbs/inilampung)
.


