Lomba yang digelar di Lamban Sastra Dinas Perpusda Lampung pada 16 Maret lalu, merupakan peserta Kemah Sastra 2026 yang diikuti 20 orang. Mereka terseleksi dari 73-an peserta yang diterima panitia.
Ketiga juara pertama itu menulis karya sastra di depan dewan juri terdiri dari Arman AZ (cerpenis/peneliti kebudayaan), Ari Pahala Hutabarat (penyair/sutradara Teater Satu), dan Iin M Zakaria (penyair/aktor).
Cykal (Bandar Lampung) dan Alif Al Ghifari (Pesisir Barat) peserta SMA.Yuvanka menjadi juara atas cerpennya “Lensa Terang”, Alif Al Ghifari (puisi “Seaninongan”), dan Cykal Qv (cerpen “Batas Atas yang Dijaga Angin”).
Berikut juara 2 dan kita Cipta Puisi Umum (SMA dan Mahasiswa): Laura Masyitha Alya Nurdiyono, Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung (“Serat dalam Sunyi”), Rina Riantina, Universitas Lampung, Bandar Lampung (“Gubukku, Masih Terbuka”).
Sementara juara 2 dan 3 Cipta Cerpen Umum (SMA dan mahasiswa), yakni Alisza Nasabilla Azahra, SMA Al-Huda, Jatimulyo, Jati Agung, Lampung Selatan (“Zira, Ambilkan Ibu Sapu di Dapur”), Amanda Sharfina Mahawisnu, UIN Raden Intan Lampung (“Satu Irama Tubuh di Tanah Lampung”).
Kemudian untuk juara 2 dan 3 Cipta Cerpen/Puisi Tingkat SMP adalah Truly Indah Mitra Sari, SMP Muhammadiyah Banyuwangi, Pringsewu (Cerminan Nirwana di Bumi Lampung”) dan Karaissa Naraya Baginda, SMP IT Daarul ‘Ilmi, Bandar Lampung (“Nemui Nyimah”).
Sebelumnya, penangung jawab dan penerima dana Indonesiana, Fitri Anggraini, S.S., M.Pd. mengagatakan, Kemah Sastra ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Indonesiana dan LPDP.
"Tujuan acara ini selain mempopulerkan budaya Lampung lewat Karya Sastra, tapi yang lebih penting kita bisa memiliki momen bersama sebagai saudara dan mencerminkan keanekaragaman suku di Lampung," ujarnya di Villa Dangau Kedaung, Kemiling, Bandar Lampung, Senin 6 April 2026 petang.
Akademisi dan pegiat literasi tersebut menambahkan sebanyak 20 peserta ini berasal dari Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung. “Terjauh dari Pesisir Barat dan Tulang Bawang. Lainnya dari Pesawaran, Lampung Selatan, Kota Metro, dan Bandar Lampung,” katanya.
Dikatakan Fitri, 20 peserta tersebut sudah mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu lomba cipta karya sastra di Lamban Sastra lantai 1 Dinas Perpusda Lampung, 16 Maret 2026 lalu.
Untuk tahap ini, lanjut Fitri Angraini, para peserta mengikuti lomba menulis karya sastra dan para pemenangnya diumumkan dan penyerahan hadiah di Villa Dangau Kedaung.
Selepas pembukaan oleh Dr Tito Budi Raharto mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Dr Fitrianita Damhuri, sastrawan Isbedy Stiawan ZS menjadi pemateri tentang proses kreatif.(bd/inilampung)
