![]() |
| Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Dr. Elvira Umihanni (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Langkah cepat -ternyata- telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung dalam mengatasi keterbatasan bahan baku utama pupuk organik cair (POC) yang menjadi prioritas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan untuk "menyentuh langsung" kalangan petani.
Diberitakan sebelumnya, program POC yang sempat menjadi trending topic di 2025 hingga awal 2026 sempat memasuki era "mati suri" akibat keterbatasan bahan baku utamanya, yaitu air kelapa. Dan kendala serius ini tercatat di dalam LKPJ Pemprov Lampung Tahun 2025.
"Kendala terkait ketersediaan bahan baku utama POC itu telah teratasi. Dan di 2026 ini, program tersebut tetap berjalan, tentu dengan perbaikan-perbaikan sebagai hasil evaluasi atas pelaksanaan tahun 2025," kata Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Dr. Elvira Umihanni.
Apalagi kata birokrat sejati mantan Kepala Bappeda Lampung itu? Berikut petikan pernyataannya dalam wawancara khusus dengan inilampung.com, Minggu (24/5/2026) pagi:
Benarkah program POC terkendala ketersediaan bahan baku utama berupa air kelapa?
Iya, memang hal itu sempat menjadi kendala. Namun, hasil evaluasi terhadap kebutuhan air kelapa tersebut telah kami tindaklanjuti.
Konkretnya seperti apa?
Kami melakukan reformulasi produksi starter/biang POC. Yaitu dengan cara mengurangi volume air kelapa dan menggantikannya dengan air leri atau air cucian beras.
Dengan begitu, bahan baku utama POC lebih mudah diperoleh ya?
Itu juga salah satu pertimbangannya. Bahan baku berupa air leri kan bisa diperoleh dari rumah tangga. Harapan kami, kelompok tani bisa bekerjasama dengan Dapur MBG misalnya.
Sesuaikah komposisi air leri dengan air kelapa sebagai bahan utama POC?
Begini, sebenarnya fungsi air leri bisa menggantikan air kelapa memang sudah banyak diketahui oleh para peneliti produk pupuk organik atau hayati ya. Hanya memang, perlu hati-hati.
Maksudnya perlu hati-hati itu kenapa?
Karena air leri tersebut tidak boleh terkontaminasi dengan zat kimia lain. Contohnya air sabun. Jadi, ya memang harus hati-hati dan cermat dalam memilih air leri yang akan digunakan sebagai bahan baku pupuk organik.
Selain air leri atau air cucian beras, adakah alternatif lain sebagai bahan baku utama POC?
Ada. Bisa juga menggunakan air limbah pembuatan tahu. Karena mengandung zat-zat organik yang dibutuhkan dalam proses produksi pupuk organik.
Kabarnya, banyak kelompok tani di 2025 lalu yang kekurangan bahan baku air kelapa sehingga tidak memproduksi POC, benar begitu?
Iya, memang ada beberapa kelompok tani yang mengalami kendala tersebut. Dan saat itu juga kami sudah memberikan jalan keluarnya, dengan memberikan air kelapa dari pabrik-pabrik pengolahan kelapa, seperti kopra dan makanan olahan dari kelapa atau natadecoco. Alhamdulillah, kendala yang ada di lapangan tetap bisa teratasi.
Apakah di 2026 ini program POC tetap berjalan?
Ya, tetap berjalan. Program tersebut dilanjutkan pada tahun 2026 ini, tentu dengan melakukan perbaikan-perbaikan sebagai hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun 2025 kemarin.
O iya, benarkah anggaran untuk program POC di 2025 dan 2026 mencapai Rp150 miliar?
Nggaklah. Di tahun 2025 kemarin anggarannya hanya Rp10 miliar kok. Terlampau mengada-ada kalau disebutkan sampai Rp150 miliar itu. (kgm-1/inilampung)


