-->
Cari Berita

Breaking News

Doktor, One Untoro Bahas Partisipasi Kelompok Islam dalam Sains Digital

Dibaca : 0
 
Jumat, 01 Mei 2026



INILAMPUNG.COM, Bandar Lampung -- Universitas Lampung menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Kamis (30/4/2026) pukul 09.00 WIB di Aula Gedung A FISIP Unila.

Sidang promosi tersebut merupakan tahapan akademik bagi promovendus One Untoro, mahasiswa Program Studi Doktor Studi Pembangunan FISIP Unila dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 2036011005, dalam rangka meraih gelar doktor.

One Untoro dikenal sebagai aktivis Muhammadiyah dan saat ini menjabat Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lampung Tengah. 

Ia juga berdomisili di Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggi Besar, serta bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Tengah.

Sidang terbuka ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, selaku Ketua Penguji. Sementara itu, posisi Sekretaris Penguji dijabat oleh Dekan FISIP Unila, Anna Gustina Zainal.

Penguji eksternal dalam sidang ini adalah Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Moh Mukri.

Adapun penguji internal terdiri atas Ketua Program Doktor Studi Pembangunan FISIP Unila, Prof. Intan Fitri Meutia, serta sejumlah akademisi lainnya, yakni Dr. Abdul Firman Ashaf, Dr. Bartoven Vivit Nurdin, dan Dr. Suripto. Proses pembimbingan disertasi dilakukan oleh Prof. Dr. Drs. Hartoyo, M.Si. sebagai promotor, dan Prof. Drs. Hertanto, M.Si., Ph.D. sebagai co-promotor.

Dalam ujian terbuka tersebut, One Untoro memaparkan disertasi yang mengkaji partisipasi kelompok Islam di Kabupaten Lampung Tengah dalam pengembangan sains melalui publikasi digital.

Penelitian ini berfokus pada bentuk partisipasi, pola keterlibatan, landasan teologis, serta peluang optimalisasi peran kelompok Islam dalam menghadapi dinamika perkembangan sains dan teknologi di era digital.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui forum group discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi.

Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai relasi antara agama, sains, dan ruang digital.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi kelompok Islam dalam pengembangan sains digital diwujudkan melalui publikasi ilmiah berbasis daring, keterlibatan dalam forum virtual, serta pengembangan sumber daya digital berbasis keagamaan.

Dua organisasi besar Islam di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, tercatat sebagai kelompok yang paling aktif dalam mendorong pengembangan sains melalui media digital.

Penelitian juga menemukan bahwa pola partisipasi masyarakat berkembang melalui tiga tahap, yakni kesadaran, keterlibatan, dan evaluasi. Dari proses tersebut, lahir lima tipologi utama partisipasi, yaitu: integratif–institusional, deliberatif–normatif, kuratorial–informatif, instrumental–otoritatif, minimal–spiritual.

Selain itu, perbedaan pola partisipasi dipengaruhi oleh pendekatan teologis yang digunakan masing-masing kelompok, yakni bayani, burhani, dan irfani.

Secara analitis, riset ini menegaskan munculnya fenomena “warga digital religius”, yaitu individu atau kelompok yang aktif dalam produksi, distribusi, dan penguatan pengetahuan berbasis jaringan digital dengan landasan nilai keagamaan.

Secara akademis, penelitian ini menawarkan kontribusi berupa perumusan tipologi partisipasi digital kelompok Islam berdasarkan landasan teologis serta praktik digital yang berkembang di masyarakat.

Sementara secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan berbasis komunitas yang lebih diferensiatif, peningkatan literasi dan infrastruktur digital, serta penguatan kolaborasi lintas aktor untuk mendorong integrasi sains dan nilai keagamaan secara lebih konstruktif.

Berdasarkan hasil sidang terbuka tersebut, promovendus One Untoro dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Muhammadiyah, masyarakat Lampung Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya instansi tempat yang bersangkutan mengabdi.(bdy/inilampung)

LIPSUS