-->
Cari Berita

Breaking News

Jenderal Ryamizard Ryacudu: Teladan Bagi Generasi Muda Lampung

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 31 Mei 2026

Oleh: Dr. Aguswan Khotibul Umam, SAg, MA | Dosen UIN Jurai Siwo Lampung
 
Ryamizard Ryacudu


Kabar wafatnya Ryamizard Ryacudu menjadi duka bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Lampung yang selama ini mengenalnya sebagai salah satu putra terbaik daerah yang berhasil menorehkan jejak penting dalam sejarah militer dan pemerintahan Indonesia. Sosok beliau bukan hanya dikenal sebagai jenderal, tetapi juga sebagai figur disiplin, berani, religius, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap tanah air.
 
Profil Singkat Jenderal Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan berasal dari keluarga militer. Ayahnya, Mayor Jenderal TNI Musannif Ryacudu, dikenal sebagai tokoh militer yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno dan memiliki garis keturunan ulama penyebar Islam di Lampung. Ryamizard merupakan lulusan AKABRI tahun 1974 dan meniti karier dari perwira lapangan hingga menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005 serta Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019. 

Dalam perspektif budaya Lampung, keluarga besar Ryacudu dikenal memiliki akar kuat pada masyarakat Lampung Pepadun. Nama Ryacudu sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu keluarga adat dan tokoh berpengaruh di Lampung. Karena itu, keberhasilan beliau di tingkat nasional sering dipandang sebagai representasi keberhasilan masyarakat Lampung Pepadun dalam berkontribusi bagi bangsa Indonesia.
 
Ryamizard Layak Menjadi Tokoh Inspirasi
Dalam kajian psikologi pendidikan, keberadaan figur teladan sangat penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Psikolog sosial Albert Bandura melalui “Social Learning Theory” (1977) menjelaskan bahwa manusia belajar melalui proses observasi, imitasi, dan modeling. Anak-anak dan remaja cenderung meniru tokoh yang dianggap berhasil, dihormati, dan memiliki pengaruh sosial. 

Menurut Bandura, karakter tidak hanya diajarkan melalui ceramah, tetapi juga melalui contoh nyata yang dapat diamati. Dalam konteks ini, perjalanan hidup Jenderal Ryamizard menjadi model pembelajaran sosial yang relevan bagi generasi muda Lampung. 

Selain itu, Lawrence Kohlberg (1981) menjelaskan bahwa individu yang mencapai tingkat moral tinggi akan bertindak berdasarkan prinsip, tanggung jawab, dan nilai universal, bukan sekadar kepentingan pribadi. Sikap pengabdian Ryamizard kepada bangsa selama puluhan tahun menunjukkan bentuk moralitas yang berorientasi pada kepentingan yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
 
*Nilai-Nilai Keperwiraan yang Dapat Dicontoh

Pertama: Disiplin dan Kerja Keras. Karier militer tidak dapat diraih tanpa kedisiplinan tinggi. Dari seorang perwira muda hingga mencapai pangkat jenderal, Ryamizard menunjukkan bahwa keberhasilan merupakan hasil proses panjang, bukan jalan instan. 

Dalam psikologi pendidikan, disiplin merupakan bagian dari konsep self-regulation yang dikembangkan oleh Barry Zimmerman (2002). Individu yang mampu mengatur diri memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kesuksesan akademik maupun sosial. 

Kedua: Keberanian Menghadapi Tantangan. Ryamizard dikenal sebagai prajurit tempur yang terlibat dalam berbagai operasi militer dan sering berada di garis depan. 

Keberanian ini bukan sekadar keberanian fisik, tetapi keberanian mengambil tanggung jawab. Psikolog Angela Duckworth (2016) menyebut karakter seperti ini sebagai grit, yaitu kombinasi antara ketangguhan, ketekunan, dan komitmen jangka panjang terhadap tujuan.

Ketiga: Nasionalisme dan Cinta Tanah Air. Beliau berulang kali menegaskan pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Nilai nasionalisme ini penting ditanamkan kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan media sosial yang sering mengikis identitas kebangsaan.

Keempat: Loyalitas dan Pengabdian. Dalam budaya Lampung, loyalitas kepada keluarga, masyarakat, adat, dan negara merupakan bagian dari falsafah hidup. Ryamizard menunjukkan bahwa jabatan bukan tujuan utama, melainkan sarana untuk mengabdi.

Kelima: Kerendahan Hati. Meskipun mencapai posisi tertinggi dalam militer dan pemerintahan, beliau tetap dikenal dekat dengan masyarakat dan tidak meninggalkan identitas kedaerahannya.
 
Keterkaitan dengan Falsafah Piil Pesenggiri

Nilai-nilai yang ditunjukkan Ryamizard sangat selaras dengan falsafah hidup masyarakat Lampung, yaitu Piil Pesenggiri. Di dalamnya terdapat nilai Juluk Adek (menjaga kehormatan diri), Nemui Nyimah (ramah dan menghargai orang lain), Nengah Nyappur (mampu bergaul dalam masyarakat) dan Sakai Sambayan (gotong royong dan kebersamaan). 

Keberhasilan Ryamizard menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal Lampung bukan penghambat kemajuan, melainkan modal sosial untuk mencapai keberhasilan di tingkat nasional.
 
Perspektif Al-Qur'an dan Hadis
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang kokoh." (QS. Ash-Shaff: 4). Ayat ini menggambarkan pentingnya disiplin, kesatuan, dan tanggung jawab, nilai yang sangat identik dengan dunia keprajuritan. 

Allah juga berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11). Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan dan kesuksesan lahir dari usaha, kerja keras, dan kesungguhan. Rasulullah SAW bersabda: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim). Kekuatan dalam hadis ini tidak hanya bermakna fisik, tetapi juga mental, intelektual, moral, dan spiritual. Nilai tersebut tercermin dalam perjalanan hidup Jenderal Ryamizard.
 
Di era digital saat ini, banyak anak muda lebih mengenal tokoh media sosial daripada tokoh yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang. Karena itu, kisah hidup Jenderal Ryamizard perlu dikenalkan di sekolah, pesantren, organisasi kepemudaan, maupun lingkungan keluarga sebagai bagian dari pendidikan karakter. Generasi muda Lampung dapat belajar bahwa Kesuksesan membutuhkan proses panjang, identitas daerah tidak menghalangi prestasi nasional, jabatan harus digunakan untuk pengabdian, disiplin dan integritas lebih berharga daripada popularitas sesaat, dan kecintaan kepada bangsa harus berjalan seiring dengan kecintaan kepada daerah dan agama.
  
Penutup
Kepergian Ryamizard Ryacudu meninggalkan warisan keteladanan yang berharga bagi bangsa Indonesia. Sebagai putra Lampung Pepadun yang berhasil mencapai puncak karier militer dan pemerintahan, beliau membuktikan bahwa nilai adat, pendidikan, kedisiplinan, dan keimanan dapat berjalan beriringan dalam membentuk pribadi unggul. Bagi generasi muda Lampung, sosok Ryamizard bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diteladani. Semangat juang, keberanian, nasionalisme, dan integritas yang beliau tunjukkan merupakan modal karakter yang sangat dibutuhkan untuk membangun Lampung dan Indonesia di masa depan. (*)

LIPSUS