-->
Cari Berita

Breaking News

Mungkin Terlupakan: Pemprov Lampung Tidak Anggarkan Dana Beasiswa

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 14 Mei 2026

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Pemprov Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan Nurlela selalu menggelorakan semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas.


Hampir dalam setiap kesempatan, hal tersebut selalu menjadi bahan "omon-omon". Namun -mungkin terlupakan-, pada tahun 2025 kemarin Pemprov Lampung justru tidak menganggarkan sama sekali belanja beasiswa. 


Padahal, di tahun 2024 beasiswa yang direalisasikan melalui APBD cukup besar, yaitu Rp2.225.000.000. Dari Rp2,2 miliar belanja beasiswa tersebut, sebanyak Rp552.450.000 dimanfaatkan PNS Pemprov Lampung untuk melakukan tugas belajar.


Dengan perincian yang mengambil S2 menggunakan anggaran Rp46.050.000, dan S3 Rp506.400.000. Selebihnya digunakan untuk beasiswa pendidikan masyarakat umum.


Untuk diketahui, pada tahun 2023 silam, beasiswa yang digunakan untuk tugas belajar S2 oleh PNS senilai Rp49.200.000. Tapi, di tahun 2025 kemarin PNS yang ingin melanjutkan pendidikannya melalui tugas belajar, tidak mendapat beasiswa dari Pemprov Lampung.


Belum didapat konfirmasi, mengapa pada tahun anggaran 2025 kemarin Pemprov Lampung tidak menganggarkan belanja beasiswa. Padahal sangat banyak ASN yang bersemangat untuk melanjutkan jenjang pendidikannya. 


Ironisnya, diketahui bahwa anggaran yang dihabiskan untuk penghargaan atas suatu prestasi, jumlahnya fantastis: Rp8.946.739.581 atau 96,68% dari anggaran Rp9.253.406.000. Sebagai perbandingan, di tahun 2024 hanya dikeluarkan dana Rp850.184.000.


Pun lebih "bernilai" mengeluarkan anggaran hingga Rp1.290.643.250 sebagai hadiah yang bersifat perlombaan ketimbang menyediakan dana beasiswa. Meski jumlahnya turun drastis dibanding yang dikeluarkan tahun 2024 di angka Rp3.280.542.200.


Data ini semua adalah fakta, yang dikutip dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Lampung Tahun 2025, ditandatangani Gubernur Rahmat Mirzani Djausal -tanpa tanggal dan bulan, hanya tertera tahun 2026-. 


Meski -mungkin terlupakan- menganggarkan dana beasiswa, namun untuk belanja barang dan jasa Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) - Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Pemprov Lampung benar-benar ekstra. 


Dianggarkan Rp224.857.829.475, realisasinya mencapai Rp224.880.422.050 atau 100,01%. Dari anggaran Rp224.880.422.050 itu, yang digunakan untuk belanja barang dan jasa BOSP-BOS Reguler sebanyak Rp222.785.422.050, sedangkan sisanya senilai Rp2.095.000.000 untuk belanja barang dan jasa BOSP-BOS Kinerja.


Yang patut menjadi catatan, pada tahun anggaran 2024 lalu, untuk item kegiatan ini tidak terdapat realisasinya.


Ditambah Hibah Rp206,1 Miliar


Bukan hanya anggaran untuk belanja barang dan jasa BOSP-BOS saja yang diseriusi Pemprov Lampung. Tapi juga digelontorkan dana hibah untuk BOSP-BOS. Jumlahnya pun tidak "kaleng-kaleng": Rp206.197.193.700.


Di sisi lain, dikucurkan anggaran hingga Rp19.351.083.900 untuk belanja modal alat peraga praktik sekolah. Meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp16.934 893.000.


Belanja modal alat peraga praktik sekolah itu dibagi dua, yaitu untuk bidang studi IPA Menengah sebesar Rp831.723.000, dan belanja modal alat peraga kejuruan Rp18.519.360.900. 


Tidak hanya itu. Pemprov Lampung di 2025 kemarin juga mengeluarkan anggaran hingga Rp40.079.307.645 untuk belanja modal peralatan dan mesin BOSP-BOS. Sangat jauh perbandingannya dengan tahun 2024 yang hanya merealisasikan anggaran Rp86.621.000. (zal/inilampung)

LIPSUS