-->
Cari Berita

Breaking News

PTPN I Genjot Produksi Karet di Bengkulu

Dibaca : 0
 
Minggu, 10 Mei 2026

 Direktur Produksi PTPN I, Fauzi Omar, meninjau kebun dan pabrik di Kebun Padang Pelawi, Regional 7, Rabu 6 Mei 2026. Foto: Ist.

INILAMPUNGCOM -- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I terus mendorong peningkatan produksi karet di wilayah Bengkulu. Direktur Produksi PTPN I, Fauzi Omar, meninjau langsung kondisi kebun dan pabrik di Kebun Padang Pelawi, Regional 7, Rabu (6/5/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi capaian produksi sekaligus memastikan langkah percepatan peningkatan produktivitas karet di unit yang menjadi salah satu andalan perusahaan tersebut.


Dalam peninjauan lapangan, Fauzi menilai produksi di Kebun Padang Pelawi menunjukkan tren peningkatan, namun masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan perusahaan. Karena itu, manajemen akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengoptimalkan potensi produksi.


Fauzi menegaskan, disiplin dalam penggalian produksi menjadi kunci utama peningkatan kinerja kebun. Ia menyoroti masih adanya kekurangan hari kerja (HK) sadap serta rendahnya kapasitas penyadap akibat sejumlah hanca atau areal sadap yang belum tergarap optimal.


“Setiap areal produktif harus tergarap maksimal agar potensi produksi dapat dikonversi menjadi hasil nyata,” tegasnya.


Selain meninjau areal kebun, Fauzi juga mengunjungi pabrik pengolahan karet di Unit Padang Pelawi. Dalam kunjungan itu, ia memberi perhatian khusus terhadap tata letak (layout) dan efisiensi operasional pabrik.


Menurutnya, pabrik Padang Pelawi akan menjadi rujukan atau studi banding bagi rencana pembangunan pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) di Merbuh, Regional 3. Posisi ini memperkuat peran Padang Pelawi sebagai salah satu pusat pengembangan teknis pengolahan karet di lingkungan PTPN I.


Fauzi menegaskan, Kebun Padang Pelawi memiliki peran strategis sebagai tulang punggung produksi karet di Regional 7. Karena itu, konsistensi produktivitas harus terus dijaga melalui pengawasan dan pembenahan teknis di setiap lini.


PTPN I optimistis, melalui evaluasi dan penguatan operasional, produksi karet di Bengkulu dapat terus meningkat dan kembali mencapai target perusahaan. (mfn/rls)

LIPSUS