-->
Cari Berita

Breaking News

Selangkah Menuju ‘Three-Peat’: Maung Bandung Layak Juara BRI Super League Tahun 2026

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 21 Mei 2026

 


Catatan Ringan H. Ma'ruf Abidin


Sabtu malam nanti, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dipastikan bakal menjadi lautan biru yang bergemuruh. Skenarionya sudah tertulis rapi di depan mata: Persib Bandung hanya butuh satu poin saja saat menjamu Persijap Jepara untuk mengunci gelar juara BRI Super League musim 2025/2026.


Jika dongeng ini berakhir bahagia, Maung Bandung tidak sekadar mengangkat trofi biasa. Mereka akan menorehkan sejarah emas yang sulit ditandingi: menjadi tim pertama yang meraih three-peat —juara tiga musim berturut-turut— di era modern sepak bola Indonesia. Sebuah dominasi mutlak yang meruntuhkan mitos bahwa mempertahankan gelar di liga kita adalah hal yang mustahil.


Mentalitas Juara yang Berbicara 


Banyak yang bilang, gelar juara sebuah kompetisi panjang ditentukan bukan saat Anda membantai tim lemah, melainkan bagaimana Anda merespons tekanan di laga-laga krusial. Dan Persib sudah membuktikan mentalitas itu pada pekan ke-33 kemarin.


Saat jutaan pasang mata mengira laga kontra PSM Makassar akan berakhir imbang, keajaiban menit akhir lahir dari kaki Julio Cesar. Gol di masa injury time itu bukan cuma soal tiga poin, itu adalah penegasan watak sebuah tim juara: mereka menolak menyerah sebelum peluit akhir berbunyi.


Di saat yang sama, rival terdekat mereka, Borneo FC Samarinda, justru menunjukkan tanda-tanda kehabisan bensin. Ditahan imbang oleh Persijap Jepara di pekan krusial adalah bukti bahwa di bawah tekanan instan, mental Pesut Etam sedikit goyah. 


Jarak dua poin yang melebar saat ini adalah buah dari konsistensi taktis Bojan Hodak yang tahu kapan harus bermain cantik, dan kapan harus bermain pragmatis demi kemenangan.


Statistik tak Pernah Bohong


Mari bicara data. Dengan catatan 24 kemenangan dan hanya 3 kali menelan kekalahan dari 33 laga, Persib adalah tim paling kokoh musim ini. Fondasi utama mereka bukan cuma lini serang yang tajam, melainkan tembok pertahanan yang hanya kebobolan 22 gol. Bojan Hodak berhasil menyulap Persib menjadi unit tempur yang sangat disiplin dan sulit ditembus.


Bahkan, jika takdir terburuk terjadi di laga terakhir -Persib kalah dan poin mereka disamai Borneo FC- Maung Bandung tetap berhak berdiri di podium tertinggi. Mengapa? Karena mereka unggul head-to-head. 


Kemenangan telak 3-1 di putaran pertama atas Borneo FC menjadi bukti sahih bahwa secara kualitas langsung, Persib memang satu level di atas pesaingnya.


Peluang 99%, tapi Bola Itu Bundar


Di atas kertas, peluang Persib juara sudah menyentuh angka 99 persen. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh yang fanatik, melawan Persijap yang sudah tidak punya beban target besar, harusnya laga hari Sabtu nanti menjadi pesta penobatan yang sempurna.


Namun, di dalam sepak bola, 1 persen sisa adalah ruang bagi keajaiban dan petaka. Persib tidak boleh jemawa. Persijap Jepara baru saja membuktikan diri bisa menjegal Borneo FC, dan mereka bisa saja menjadi tokoh antagonis yang merusak pesta di Bandung jika lini belakang Persib lengah.


Satu laga sisa, 90 menit terakhir. Ini bukan lagi soal taktik atau fisik, ini adalah tentang seberapa besar rasa lapar Marc Klok dan kawan-kawan untuk menuntaskan sejarah. Sabtu besok, tanah Pasundan bersiap menyambut sang penguasa sejati sepak bola Indonesia. (*)

LIPSUS