INILAMPUNGCOM --- Ada yang baru dari SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) --- organisasi sayap Partai Golkar --- yang berbasis para karyawan dan buruh Indonesia.
Tadi malam, Sabtu (16/5/2026), bertempat di hotel Indigo, Bandung, ormas Kekaryaan itu menggelar Rapat Kerja Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional --- dengan melempar isu, mengusulkan nama Mayjen TNI (Purn), Prof.DR. Suhardiman sebagai pahlawan nasional.
Usulan Suhardiman sebagai pahlawan nasional menjadi salah satu point penting Rapimnas yang disampaikan Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhum didepan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Sekjen Sarmuji, Gubernur Lemhanas TB. Ace Hasan Syadzily dan ratusan elit Golkar/SOKSI.
Dukun Politik, Pendiri Golkar
Suhardiman adalah Jenderal TNI Angkatan Darat, tokoh penumpasan PKI, sekaligus pendiri Sekber, cikal bakal berdirinya Golkar.
Suhardiman (16 Desember 1924 – 13 Desember 2015) adalah mantan perwira TNI sekaligus tokoh politik nasional yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia: zaman Hindia Belanda, zaman Jepang, presiden Soekarno, presiden Soeharto, dan masa reformasi.
Oleh media, Suhardiman sering dijuluki "dukun politik" karena intuisinya yang tajam dalam memprediksi kepemimpinan nasioanl. Profesor Suhardiman pendiri SOKSI, dan cikal bakal Partai Golkar. Lewat SOKSI, yang didirikan bersama TNI AD untuk membendung penyebaran paham komunisme oleh PKI. Dalam perjalanannya, SOKSI menjadi salah satu ormas yang melahirkan Partai Golkar dan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin bangsa.
Hubungan SOKSI dan Golkar
Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun kembali menegaskan posisi SOKSI sebagai bagian tak terpisahkan dari Golkar.
Dalam kesempatan itu, Misbakhun menyampaikan rasa syukur kepada Bahlil yang secara tegas menetapkan SOKSI hanya ada satu dengan pendiri Suhardiman.
“Keputusan itu membuat kami bisa menyelenggarakan Rakernas dan Rapimnas hari ini. Ini menjadi kebanggaan dan komitmen seluruh kader SOKSI untuk tetap solid dan utuh bersama Partai Golkar,” ujarnya.
Misbakhun menegaskan bahwa keputusan ini menghapus keraguan dan menguatkan legitimasi organisasi dalam menghadapi agenda-agenda besar politik nasional.
Agenda politik selanjutnya, kata Misbakhum, adalah bagaimana organisasinya berjuang memenangkan suara Golkar di Pemilu 2029.
“Tugas berat menunggu kita di event-event politik berikutnya. Untuk itu SOKSI berdiri tegak untuk mendukung Partai Golkar secara total,” ucapnya.
Misbakhun kembali menegaskan aspirasi seluruh kader SOKSI yang menginginkan Bahlil Lahadalia memimpin Partai Golkar selama dua periode.
"Ini sebagai bentuk kecintaan, kepercayaan, dan kebanggaan kita memiliki pemimpin yang tegas dan merakyat,” kata dia.
Selain itu, SOKSI juga berkomitmen mendukung target politik Golkar untuk menaikkan jumlah kursi dari 102 menjadi lebih tinggi pada Pemilu 2029 melalui konsolidasi dan kaderisasi yang lebih kuat.
Acara Rakernas dan Rapimnas diwarnai dengan pengukuhan pengurus Depinas SOKSI masa bakti 2025-2030 dihadiri Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Daniel Mutaqien.
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia berharap Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menjadi ujung tombak dalam kaderiasi organisasi induknya. Yakni Partai Golkar. (kgmi/dbs/inilampung)

