INILAMPUNGCOM --- Masjid Al Hijrah di Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, kini telah benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana ibadah.
Pasca kegiatan keagamaan internasional beberapa bulan silam, "ghirah" kawasan yang dinawaitukan sebagai pusat pemerintahan Pemprov Lampung sejak era Sjachroedin ZP menjadi Gubernur Lampung, memang tampak mulai "hidup". Apalagi panitia pengembangan Masjid Al Hijrah yang diketuai Nasrullah Yusuf -pemilik Universitas Teknokrat Indonesia- terus bergerak, melakukan berbagai pembangunan.
Berbagai aktivitas keagamaan pun rutin dilakukan. Seperti prosesi solat Jum'at -22 Mei 2026- berlangsung dalam suasana syahdu.
Sekitar 50 jamaah, mayoritas pekerja proyek Sekolah Rakyat, petani dan warga sekitar, mengikuti prosesi solat Jum'at dengan kekhusu'an dalam suasana syahdu akibat semilir angin yang memasuki ruangan masjid.
Namun, kesyahduan peribadatan wajib bagi kaum muslim di Masjid Al Hijrah terusik oleh adanya kegiatan pendokumentasian dari tim Teknokrat.
Hal itu dimulai saat Khatib baru naik ke atas mimbar untuk membacakan khutbahnya, yang membahas mengenai ibadah haji dan qurban. Seorang pria muda -mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia- dengan kamera digital canggihnya mengabadikan momen hingga berkeliling.
Tidak hanya itu. Dan ini yang membuat beberapa jamaah terganggu konsentrasinya. Saat solat Jum'at berlangsung, sang dokumenter kembali beraksi. Ironisya ia mengambil gambar dengan melewati depan sang imam solat berdiri.
Seusai Jum'atan, seorang jamaah mengaku terganggu konsentrasinya akibat aksi sang dokumenter.
"Mestinya ya tahu etika jugalah itu yang ditugasin ambil dokumentasi, masa lewat depan imam. Ini urusan ibadah, bukan soal dunia," kata jamaah yang bekerja di proyek Sekolah Rakyat, sekitar 3 Km dari Masjid Al Hijrah.
Jamaah lain, Sodri, warga Gedung Harapan, juga menyatakan hal serupa.
"Sayang ya, kekhusu'an dan kesyahduan solat Jum'at kita terusik sama pengambil dokumentasi," kata dia.
Menurut Sodri, jika memang dokumentasi sangat diperlukan, cukuplah diambil dari sisi yang tidak mengganggu konsentrasi jamaah dalam menjalankan ibadah solatnya. Atau pada saat pembagian sedekah nasi kotak selesai solat.
Diketahui, walau tidak rutin, namun setiap hari Jum'at ada saja yang bersedekah bagi jamaah Masjid Al Hijrah. (kgm-1/inilampung)

