-->
Cari Berita

Breaking News

30 Mahasiswa UGM Lakukan KKN di Lampung Barat

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 24 Juni 2026

Kabupaten Lampung Barat menjadi lokasi KKN-PPM Kampus UGM) Jogjakarta (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta Tahun 2026.


Kedatangan 30 mahasiswa UGM yang akan melakukan KKN ini disambut langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Rabu, 24 Juni 2026.


Acara penyambutan itu juga dihadiri jajaran perangkat daerah, asisten, camat, perangkat pekon, serta dosen pembimbing lapangan dr. Wagiman, STP, MSi.


Tahun ini, KKN-PPM UGM mengusung tema besar: “Kedaulatan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi dan potensi Kabupaten Lampung Barat yang dikenal memiliki sektor pertanian, perkebunan kopi, serta kekayaan alam yang masih terjaga.


Program KKN mahasiswa UGM tersebut akan berlangsung selama dua bulan, yaitu mulai 22 Juni hingga 8 Agustus mendatang, dengan tiga tahapan utama yaitu observasi dan pemetaan, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, serta evaluasi dan pendampingan berkelanjutan.


Sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM itu akan ditempatkan di dua pekon, yaitu Pekon Sukamaju dan Pekon Lombok, Kecamatan Lumbok Seminung.


Bupati Parosil berharap, para mahasiswa UGM yang melakukan KKN mampu membantu pengembangan masyarakat melalui pendekatan lintas ilmu, mulai dari pertanian, teknologi, ekonomi, sosial, hingga kesehatan.


Parosil Mabsus menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Lampung Barat sebagai lokasi KKN UGM. Ditegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UGM merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Bupati juga memaparkan potensi besar Lampung Barat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan kopi, hingga wisata alam seperti Danau Ranau, pasar tematik, dan Kebun Raya Liwa.


“Lampung Barat memiliki potensi alam yang luar biasa dan masyarakat yang masih kuat menjaga adat istiadat. Ini menjadi modal penting untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Bupati Parosil.


Ia juga berharap, mahasiswa KKN dapat terjun langsung ke masyarakat, tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi mitra dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.


“Manfaatkan ilmu dan teknologi untuk membantu kelompok tani, UMKM, dan pemuda desa. Kita ingin Lampung Barat semakin mandiri dan sejahtera,” tambahnya.


Disampaikan Parosil bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan KKN, baik dari segi fasilitas, keamanan, maupun pendampingan di lapangan.


Untuk Kelima Kalinya


Sementara itu, Dosen pembimbing lapangan, dr. Wagiman, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lampung Barat yang kembali menerima mahasiswa KKN UGM, yang tercatat sudah untuk kelima kalinya.


Menurutnya, Lampung Barat merupakan daerah yang memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa, sekaligus menjadi wilayah strategis untuk pembelajaran langsung di masyarakat.


“Lampung Barat sangat potensial untuk digali. Kami titip mahasiswa kami selama 50 hari ke depan untuk dibimbing dan didampingi oleh pemerintah kecamatan dan pekon,” ujarnya.


Ia juga berharap, pengalaman KKN ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda Lampung Barat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk ke UGM. (zal/inilampung)

LIPSUS