-->
Cari Berita

Breaking News

Bahlil Lempar Isu Cadas, Kekuasaan Harus Direbut dan Jangan Menunggu

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 11 Juni 2026

 

Bahlil Lahadalia, Ketua Dewan Pembina HIPMI saat Munas HIPMI di Lampung, 10 Juni 2026

INILAMPUNGCOM --- Bahlil Lahadalia melempar penyataan cadas. Didepan Presiden Prabowo Subianto, para tokoh nasional dan pengusaha terang-terangan mengakui bahwa untuk mencapai satu posisi ketua atau kemimpinan dalam lembaga tidak bisa dengan cara-cara menunggu santai, tetapi perlu juga dengan cara merebut.


Ungkapan Bahlil penuh makna dan bersayap itu disampaikan ketika memberi sambutan diacara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII yang digelar di sebuah hotel mewah di Bandar Lampung, Rabu 10 Juni 2026.


Dengan gaya khasnya, pria asal Papua yang belakangan viral dengan nyayian MBG (Mas Bahlil Ganteng) ini -- diawal bercerita tentang perjalanan karirnya di organisasi HIPMI. Dia menyapa satu persatu para mantan ketua umum, yang endingnya -- pengakuan bahwa dia adalah mantan ketua umum HIPMI yang berproses dari bawah. Dari tukang semir sepatu hingga "sepatu miring" karena banyak jalan kaki., melobi kesana - sini hingga akhirnya sukses finansial di Jakarta.


Waktu Ketum HIPMI masih Erwin Aksa (Keponakan Yusuf Kalla), Bahlil mengaku "disiksa". Dia tak diberi jabatan penting, kecuali hanya departemen. Posisinya mulai menanjak, diposisi agak mentereng, di era Ketum HIPMI dipegang Raja Sapta Oktahari (putra Oso alias Oesman Sapta Odang). Posisinya naik menjadi Kompartemen.


"Oh, ada Pak Erwin Aksa, waktu beliau jadi Ketua Umum BPP HIPMI, saya pengurusnya, tapi saya disiksa juga dari jabatan," ujar Bahlil di hadapan Presiden Prabowo dan kader HIPMI.


Setelah Erwin Aksi tak jadi ketua lagi, Bahlil merasa mulai dapat peran. "Begitu Pak Okto jadi ketua umum, baru saya punya pangkat dinaikkan menjadi ketua bidang infrastruktur," kenangnya.


Selanjutnya, begitu ada peluang dan  Raja Sapta Oktohari berakhir jabatanya di HIPMI, dia mulai atur posisi untuk mengantikanya.  Bahlil memilih jalur konfrontatif demi mengincar kursi nomor satu di HIPMI.


"Begitu Ketum Okto selesai, saya rebut kekuasaan jadi ketua umum. Karena kalau nunggu diberi terus, Pak, lama banget gitu loh," seloroh Bahlil sambil menatap hadirin di hadapannya.


Ungkapan jabatan harus direbut, mendapat perhatian dan sorotan tajam peserta Munas HIPMI yang datang dari seluruh Indonesia. Mereka hening, dan ada sebagian yang bertepuk tangan. 


Ternyata kekuasaan ini enggak bisa nunggu, harus rebut gitu! Jadi saya setelah Pak Okto, baru saya jadi ketua umum," tegas Bahlil disambut tepuk tangan.


Pernyataan Bahlil, penuh kalimat bersayap. Uangkapanya mengingatkan kembali pada peristiwa pergantian Airlangga Hartarto, Ketua umum DPP Golkar, dan apakah ini sebuah kode  tentang wacana kepemimpinan2029 ? (kgm/inilampung)




LIPSUS