![]() |
Jajaran Direksi PTPN IV melakukan audiensi dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di ruang kerja gubernur, Jumat (5/6/2026). Foto: Ist. |
INILAMPUNGCOM -- Pemerintah Provinsi Lampung dan PTPN IV Regional VII sepakat memperkuat sinergi untuk mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit, program hilirisasi desa, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi jajaran Direksi PTPN IV dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di ruang kerja gubernur, Jumat (5/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha, Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, serta Operation Head PTPN IV Regional VII Budi Susilo. Turut mendampingi Gubernur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Saleh serta Kepala Dinas Perkebunan Lampung Desti Arisandi.
Dalam pertemuan itu, PTPN IV memaparkan sejumlah program kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya petani kelapa sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Kehadiran PTPN IV tidak hanya berfokus pada pemenuhan target bisnis, tetapi juga mengemban amanah sebagai agen penggerak pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan," kata Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Sandhiyudha.
Arya menjelaskan, saat ini perusahaan menjalankan dua pola kerja sama, yakni skema kemitraan dan skema kedinasan (offtaker). Total target pengembangan mencapai 1.700 hektare, terdiri atas 300 hektare di Lampung dan 1.400 hektare di Sumatera Selatan.
Untuk wilayah Lampung, lahan yang sedang berproses mencapai 37 hektare. Sementara di Sumatera Selatan, sebanyak 539 hektare telah memperoleh rekomendasi teknis dan 239 hektare lainnya masih dalam proses.
Selain itu, PTPN IV juga menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan memberikan pendampingan kepada petani mulai dari proses pengajuan hingga panen perdana.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan turut memberikan pendampingan teknis dan administrasi kepada petani selama masa peremajaan. Pendampingan dilakukan sejak proses pemberkasan hingga tanaman memasuki masa panen pertama.
Menurut Arya, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat hingga mencapai 18 ton per hektare pada fase Tanaman Menghasilkan I (TM I).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif kemitraan yang dijalankan PTPN IV. Menurutnya, sinergi antara BUMN perkebunan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga aset negara sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan dunia usaha terhadap program pembangunan daerah, khususnya hilirisasi desa dan pengembangan desa wisata.
"Dua program, yakni hilirisasi desa dan desa wisata, membutuhkan dukungan CSR dari perusahaan yang beroperasi di Lampung, termasuk PTPN IV Regional VII," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Lampung saat ini mendorong keterlibatan seluruh perusahaan, baik BUMN maupun swasta, dalam mendukung program pembangunan daerah melalui inisiatif DesaKu Maju yang berfokus pada transformasi ekonomi desa secara berkelanjutan.
Menurut Gubernur, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat struktur ekonomi desa. Selain kelapa sawit, program hilirisasi juga diarahkan pada komoditas padi, jagung, dan singkong yang selama ini menjadi penopang utama sektor pertanian Lampung. (mfn/rls)

