![]() |
Kondisi jembatan Way Pemerihan, akses menuju wilayah Wayharu Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Foto: Eva. |
INILAMPUNGCOM -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai melaksanakan proses lelang pembangunan Jembatan Way Pemerihan di Kecamatan Bangkunat.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat menuju wilayah terpencil.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pesibar, Ramadhan Yusuf Afif, mewakili Kepala DPUPR Pesibar Mesrawan, mengatakan proses lelang dapat dilaksanakan setelah seluruh tahapan review oleh Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat selesai dilakukan.
"Setelah melalui tahapan review dari Inspektorat Pesibar, saat ini proses lelang pembangunan jembatan sudah dapat dilaksanakan," kata Ramadhan, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk pembangunan jembatan tersebut yang bersumber dari APBD setempat.
"Jembatan yang akan dibangun merupakan jembatan gantung dengan panjang 70 meter dan lebar dua meter. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, khususnya menuju Way Haru dan wilayah sekitarnya," ujarnya.
Menurut dia, proses lelang saat ini masih berlangsung. Pihaknya mengupayakan agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai setelah tahapan lelang selesai.
"Kami berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah proses lelang rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat," terangnya.
Ramadhan menambahkan, hingga kini belum terdapat jembatan permanen yang melintasi Way Pemerihan sebagai akses menuju Way Haru. Masyarakat selama ini masih mengandalkan rakit untuk menyeberangi sungai tersebut.
Kondisi itu dinilai cukup menyulitkan, terutama saat debit air sungai meningkat maupun ketika masyarakat melakukan aktivitas transportasi dan distribusi barang.
"Karena itu, pembangunan jembatan gantung ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat, khususnya di daerah terpencil," pungkasnya. (Eva)

