![]() |
| Hanan A. Rozak menyerahkan secara simbolis bibit buah durian, di acara GELAM, di Tanggamus, 15 Juni 2026 (dinmuhid/inilampung) |
INILAMPUNGCOM --- Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan. A Rozak mencanangan Gerakan Lampung Menanam (GELAM) di Kabupaten Tanggamus, Senin, 15 Juni 2026.
Beragam jenis pohon dan bibit buah-buahan dibagikan kepada kader Golkar secara berjenjang. Dari mulai pimpinan desa (Pimdes), Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar kabupaten Tanggamus,.
Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak tujuan wisata di Lampung dengan semboyan "Bumi Begawi Jejama". Memiliki luas wilayah 4.654,98 km² dengan jumlah penduduk sebesar 638.652 jiwa.
Pencanangan Gerakan Lampung Menanam merupakan ide gagasan Hanan A.Rozak, sebagai komitmen Partai Golkar terhadap isu-isu kerusakan lingkungan yang akhir-akhirnya sudah mulai dirasakan masyarakat.
"Golkar berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan alam agar tetap lestari," kata Hanan A.Rozak, dalam pidato pembukaan GELAM, di desa Muaradua, Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, 15 Juni 2026.
Ribuan jenis pohon yang dibagikan pada acara GELAM--- adalah jenis tanaman yang mudah dihidup di Tanggamus. Diantaranya, duren, jambu, alpukat, dan jenis buah-buahn lain yang hasilnya bisa menambak positif buat nilai perekonomian warga.
"Dari daun dan batangnya kita mendapatkan asupan oksigen atau ozon. Akar yang kuat ditanam, bisa menahan longsor. Sementara dari buahnya bisa menambahg ekonomi keluarga," kata Hanan A. Rozak.
Acara GELAM berlangsung meriah. Sejumlah pejabat daerah, hadir dalam suasana penuh kekeluargaan. Ditandai dengan prosesi pembagian bibit secara simbolis, oleh masih masing pejabat hadir.
Lalu, mereka ikut menanam bibit buah-buah yang telah digali -- untuk kemudian ditancapkan ditanah.
Prosesi GELAM di Tanggamus, berlangsung menarik dan unik karena hampir semua elit Golkar yang hadir mengenakan busana adat. Ketua Golkar Lampung, Hanan A. Rozak, Riza Mirhadi (Ketua Harian), Tony Eka Chandra (Bendahara), tampil dengan busana adat Lampung pepadun.
Fenomena poakai adat itu, menurut Tony Eka Chandra melambangkan sebuah upaya Golkar dalam pelestarian tradisi budaya lokal; Lampung.
Pemakaian busana adat Lampung sambil menanam pohon, juga menarik simpatik warga sekitar sebagian dari edukasi tentang pentingnya pelestarian tradisi budaya lokal. (bi)




