-->
Cari Berita

Breaking News

Mengenal Pekon Kegeringan: Penyangga Desa Wisata Berbudaya Lampung

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Sabtu, 27 Juni 2026

Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat (grcmania/instagram)


INILAMPUNGCOM - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui keputusannya Nomor: G/320/V.20/HK/2026 telah menetapkan 16 desa atau pekon sebagai lokasi sasaran Desa Wisata Berbudaya Lampung. Salah satunya adalah Pekon Balak di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat.


Sebagai desa penyangganya adalah Pekon Kegeringan. Melalui data dari berbagai sumber dan pengecekan lapangan, inilampung.com mengajak untuk mengenal kondisi pekon tersebut.  


Pekon Kegeringan merupakan salah satu dari 11 pekon yang terletak di Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat.  

Pekon ini memegang peranan penting, baik secara ekonomi agraris maupun dalam pelestarian identitas adat budaya asli Lampung, khususnya entitas masyarakat adat Paksi Pak Skala Bekhak. 


Pekon Kegeringan, Batu Brak, Lampung Barat, ini memiliki luas wilayah sekitar 472 hektar. Dimana secara administratif, berbatasan langsung dengan Pekon Balak di sebelah timur.


Topografi Pekon Kegeringan berada di kawasan dataran tinggi berbukit -bagian dari klaster Pegunungan Bukit Barisan-, dengan ketinggian rata-rata di atas 500–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karenanya, udara di wilayah ini cenderung sejuk dan sangat subur untuk vegetasi perkebunan komoditas tinggi.


Untuk sektor ekonomi dan mata pencaharian, mayoritas masyarakat Pekon Kegeringan berprofesi sebagai petani atau pekebun. Dimana sistem pertaniannya berpusat pada perkebunan kopi.


Patut dicatat bahwa Kopi Robusta Lampung merupakan komoditas utama yang menjadi penopang terbesar pendapatan rumah tangga masyarakat Pekon Kegeringan.


Selain itu, tanaman tumpang sari atau pendamping untuk menyiasati masa tunggu panen raya kopi, masyarakat menanam komoditas pendukung, seperti lada, cengkeh, dan cabai. 


Bagaimana karakteristik budaya dan sosialnya? Pekon Kegeringan berada di wilayah inti Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Bekhak, khususnya wilayah terdekat Kepaksian Pernong. Hal ini membuat struktur sosialnya sangat dipengaruhi oleh adat Lampung Saibatin (Pesisir).


Ada dua fenomena sosiologis budaya yang mengakar kuat pada warga Pekon Kegeringan, antara lain tradisi pernikahan semanda. 


Di pekon ini, masyarakat masih mempraktikkan sistem perkawinan semanda, yaitu adat pernikahan di mana pihak laki-laki menetap di kediaman keluarga perempuan (matrilokal). 

Tradisi ini telah memengaruhi pembagian peran domestik dan etos kerja keluarga di desa tersebut.


Lalu, gotong royong dan hubungan kekerabatan, dimana nilai sakai sambaian (gotong royong) dan ikatan kekerabatan antar-keluarga adat (suku/sumbu) sangat kuat dalam upacara adat pernikahan maupun pemakaman.


Bagaimana dengan fasilitas infrastruktur? Pekon Kegeringan yang hanya berjarak sekitar 10–12 Km dari pusat ibu kota Kabupaten Lampung Barat (Liwa) ini memiliki akses jalan utama yang umumnya sudah berupa aspal, menghubungkan antar-pekon tua di wilayah Kecamatan Batu Brak, seperti Pekon Balak, Canggu, dan Negeri Ratu.


Menjadikan Pekon Kegeringan sebagai penyangga Desa Wisata Berbudaya Lampung memang tidak salah. Namun, jika ingin wilayah ini menjadi tujuan wisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi warganya, maka pilihan utamanya adalah mengembangkan potensi wisata berbasis perkebunan kopi atau agrowisata. (zal/inilampung)

LIPSUS