INILAMPUNGCOM — Aroma daun teh yang menguapkan embun di bawah hangat matahari pagi, udara sejuk yang suhunya dapat menembus empat derajat Celsius, serta panorama pegunungan yang spektakuler merupakan kerinduan banyak orang. Di sejumlah aset milik PTPN I (Persero), kekayaan tak benda tersebut hadir berdampingan dengan bentang alam yang memikat.
Di Jawa Tengah, kebun-kebun yang dikelola PTPN I Regional 3 menyimpan "ruang tenang" yang kini dikelola secara profesional dan menjadi destinasi wisata yang menawarkan kesegaran lahir maupun batin.
Bagi warga kota besar, kemacetan dan polusi telah menjadi bagian dari rutinitas harian yang kerap memicu kelelahan. Karena itu, saat libur panjang tiba, waktu menjadi kemewahan yang sangat berharga. Bukan lagi sekadar menginap di hotel berbintang, melainkan menikmati suasana alam yang menghadirkan ketenangan sesungguhnya.
Andy (30), seorang pekerja kreatif asal Jakarta, menuturkan bahwa destinasi wisata yang dikelola PTPN I Regional 3 mampu menjawab kerinduan masyarakat perkotaan akan suasana alam yang menenangkan. Ditemui di kawasan Agrowisata Jollong di lereng Gunung Muria, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ia mengaku terkesan dengan pengalaman yang didapatkan.
"Bangun tidur, kalau biasanya disambut bising kendaraan, di sini kita disambut kicau burung. Udaranya sejuk dan suasananya benar-benar menenteramkan. Keluar ke teras rasanya seperti mendapat terapi untuk paru-paru. Segar sekali," ujarnya.
Pengalaman Andy menjadi gambaran bagi siapa saja yang mulai jenuh dengan rutinitas perkotaan dan merindukan kedekatan dengan alam. Melalui optimalisasi aset yang dimiliki, PTPN I Regional 3 terus mengembangkan diversifikasi usaha di sektor pariwisata. Profesionalisme dan pelayanan menjadi landasan utama dalam mengelola berbagai destinasi tersebut agar mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.
Agrowisata Jollong
Perjalanan menikmati ketenangan dapat dimulai dari Agrowisata Jollong di lereng Gunung Muria. Berlokasi di Desa Sitiluhur, Kabupaten Pati, kawasan yang berada pada ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut ini menyambut pengunjung dengan ikon tugu cangkir kopi raksasa, simbol kawasan perkebunan kopi yang telah dikenal sejak era kolonial.
Dengan tiket masuk Rp20.000, Jollong menawarkan beragam pengalaman wisata. Pengunjung dapat menikmati kopi lokal langsung dari daerah penghasilnya, mengunjungi Bukit Naga untuk memetik buah segar, hingga merasakan sensasi kolam terapi ikan.
Bagi pencinta petualangan ringan, Air Terjun Grenjengan menjadi tujuan yang menarik. Gemericik air yang berpadu dengan udara pegunungan menciptakan suasana tenang yang mampu menghadirkan kesegaran sekaligus ketenteraman.
Kampoeng Karet
Masih di Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 juga mengembangkan Kampoeng Karet di Kabupaten Karanganyar. Destinasi ini memanfaatkan kawasan kebun karet menjadi objek wisata yang teduh dan edukatif.
Berada di kaki Gunung Lawu, kawasan yang dahulu merupakan areal perkebunan produktif kini menjelma menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman. Deretan pohon karet yang menjulang menciptakan lorong alami yang meneduhkan.
Kampoeng Karet menawarkan konsep wisata keluarga yang ramah dan praktis. Bagi pengunjung yang ingin berkemah, tersedia fasilitas camping lengkap sehingga tidak perlu membawa perlengkapan sendiri.
Dengan harga tiket yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati gazebo, area bermain anak, serta kolam renang yang berada di tengah suasana alam yang asri. Sebuah pilihan wisata sederhana namun memberikan pengalaman yang berkesan.
Agrowisata Kaligua
Bagi pencinta suasana pegunungan, Agrowisata Kaligua di Kabupaten Brebes menjadi destinasi yang layak masuk daftar kunjungan. Berada di kaki Gunung Slamet pada ketinggian hingga 2.050 meter di atas permukaan laut, kawasan ini dikenal dengan udara dingin dan kabut yang kerap menyelimuti area perkebunan.
Suhu udara di Kaligua bahkan dapat mencapai 4 derajat Celsius. Kondisi tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.
Dengan tiket masuk Rp20.000, pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbit dari Puncak Sakub dengan latar hamparan kebun teh peninggalan Belanda yang dibangun sejak 1889. Aroma daun teh yang terbawa angin pegunungan menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di perkotaan.
Selain itu, tersedia pula wisata sejarah ke Gua Jepang dan mata air Tuk Bening yang terkenal dengan kesegarannya.
Banaran Sky View
Sebelum kembali ke rutinitas, Banaran Sky View di Bawen, Kabupaten Semarang, dapat menjadi destinasi penutup yang menarik. Berlokasi sekitar satu kilometer dari Gerbang Tol Bawen, restoran modern ini menawarkan pengalaman bersantap dengan panorama alam yang memukau.
Dari area restoran, pengunjung dapat menikmati pemandangan Danau Rawa Pening dengan latar tujuh gunung, termasuk Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo.
Sambil menikmati alunan musik, pengunjung dapat mencicipi berbagai menu khas seperti Nasi Goreng Kopi Banaran maupun Grilled Chicken dengan saus barbecue berbahan kopi.
Bagi yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia pula fasilitas glamping di kawasan Banaran Coffee Camp yang berada di tengah hamparan kebun kopi.
Libur panjang pada akhirnya merupakan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Beragam destinasi yang dikelola PTPN I Regional 3 menunjukkan bahwa wisata alam yang berkualitas tidak harus selalu mahal.
Di antara hamparan kebun teh, rimbunnya pohon karet, hingga sejuknya udara pegunungan, setiap orang dapat menemukan kembali ketenangan yang mungkin selama ini hilang di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. (mfn/rls)

