INILAMPUNGCOM --- Ada penegasan dari Pangdam XXI/Raden Intan Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi yang patut dipahami oleh seluruh masyarakat. Apa itu?
Bahwa TNI tidak akan mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pangdam menegaskan, pihak TNI hanya membantu pembangunan fisik semata.
"Kami siap membantu pembangunan fisik KDMP dan siap mendukung apa yang menjadi program pemerintah," kata Pangdam Mayjen TNI Kristomei Sianturi saat melakukan kunjungan kerja ke Pekon Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia meminta agar KDMP di Lampung Barat dikelola dengan baik, sehingga target yang ditetapkan pemerintah pusat dapat tercapai.
Sementara Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus pada acara tersebut menyatakan bahwa hingga Juni 2026 sudah 87 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berdiri di kabupaten yang dipimpinnya. Satu unit di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto melalui zoom.
Diketahui, Pangdam Mayjen TNI Kristomei Sianturi datang ke Pekon Kembahang, Batu Brak, untuk meninjau langsung pembangunan KDMP di daerah tersebut. Bupati Parosil mengaku bangga dan terharu atas kehadiran Pangdam.
Ia menilai, kunjungan Pangdam tersebut memberi motivasi bagi pengelola koperasi sekaligus mempercepat proses pembangunan KDMP.
"Pembangunan KDMP kami utamakan di lokasi strategis di pinggir jalan. Dari 87 unit, 16 lokasi merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lampung Barat," kata Parosil.
Selain KDMP, Bupati Parosil juga memaparkan capaian program prioritas lain. Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung Barat telah mengoperasikan 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membentuk tim Satgas MBG.
Sedangkan terkait pelayanan kesehatan gratis, capaian Lampung Barat berada di urutan ke-13 nasional. Parosil berkomitmen meningkatkan capaian itu melalui edukasi ke masyarakat.
"Sekarang kami fokus pada pemahaman masyarakat terkait kesehatan. Masih banyak masyarakat yang takut untuk pemeriksaan kesehatan," kata Parosil. (zal/inilampung)

