-->
Cari Berita

Breaking News

PKB Lampung Gelar Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 15 Juni 2026

Ketua PKB Lampung Chusnunia Chalim 

INILAMPUNGCOM --- DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung hari Minggu (14/6/2026) kemarin menggelar temu wilayah dengan topik Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual.

Acara yang dihelat di Hotel Horison, Jln. RA Kartini, Bandarlampung, itu dihadiri sekitar 70 tokoh agama dari berbagai pesantren se-Lampung dan fungsionaris PKB Provinsi Lampung. 

Ketua DPW PKB Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim, turun langsung dalam kegiatan yang membedah persoalan kekerasan seksual di pesantren yang tengah menjadi topik hangat di masyarakat.

Beberapa narasumber berkelas sesuai keahlian dan pengalaman praktis pun dihadirkan, diantaranya KH Maisir, pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Bandarlampung dan Anggota DPR RI dari F-PKB Dr. Hj. Hindun Anisah, MA.

Kegiatan temu wilayah yang digagas DPW PKB Lampung bertajuk Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual itu melahirkan lima komitmen bersama, yaitu:

1. Menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan dan kejahatan seksual di lingkungan pesantren dengan alasan apapun.

2. Menegaskan bahwa relasi kuasa antara pengasuh, pengelola, pengajar dan santri harus berbasis kasih sayang dan bimbingan moral, bukan manipulasi atau intimidasi. 

3. Membuka ruang pelaporan yang aman bagi korban, menerapkan victim centre approach (pendekatan yang berpihak kepada korban), menindaklanjutinya melalui pemberian sanksi internal yang tegas secara kelembagaan dan membawa kasusnya ke ranah hukum positif demi keadilan, tanpa menutup-nutupi kasusnya dengan alasan aib.

4. Membangun sinergi antar Kementerian/Lembaga maupun antar Kementerian/Lembaga dengan pesantren melalui kebijakan Negara untuk memfasilitasi pesantren mewujudkan lingkungan belajar yang aman, ramah dan responsif gender.

5. Melibatkan partisipasi publik untuk memperkuat pesantren yang transparan, profesional, akuntabel, dan terbuka terhadap pengawasan yang dilakukan pihak manapun, demi menjaga kepercayaan umat. (zal/inilampung)

LIPSUS