-->
Cari Berita

Breaking News

PMII UIN Raden Intan Adakan Sekolah Analisis Sosial

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Sabtu, 20 Juni 2026

Sekolah Analisis Sosial PMII UIN Raden Intan Lampung, sejak Sabtu-Minggu (20-21/6/2026)


INILAMPUNGCOM - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Raden Intan Lampung sejak Sabtu (20/6/2026) pagi hingga hari Minggu (21/6/2026) besok mengadakan kegiatan bertajuk Sekolah Analisis Sosial bertempat di kawasan wisata Camp 91, Kedaung, Kemiling, Bandarlampung.


Ketua Komisariat PMII UIN Raden Intan Lampung, Hanip Nur Alam, menyatakan, kegiatan tersebut bertujuan menguatkan kualitas kader dalam memahami dan mengambil langkah-langkah seiring perkembangan kehidupan sosial di masyarakat secara utuh.


"Sekolah Analisis Sosial ini bagian dari proses peningkatan kualitas kader. PMII UIN Raden Intan terus berkomitmen untuk menyiapkan kader-kader terbaik agar bisa berkiprah maksimal dan memberi warna bagi tatanan kehidupan di daerah Lampung," kata Hanip.


Dijelaskan, selain membatasi jumlah peserta Sekolah Analisis Sosial, pihaknya juga hanya melibatkan beberapa senior PMII sebagai pemberi materi. Hal ini dimaksudkan agar lebih fokus dan terus terpantaunya peserta pasca kegiatan.


"Karena kegiatan ini adalah proses awal melahirkan kader yang memiliki pisau analisis sosial yang tajam, maka jumlah peserta dan pemateri pun kami batasi," kata Hanip.


Untuk jumlah peserta hanya 18 orang, dengan empat pemateri. Ketua Mabinda PMII Provinsi Lampung, Fajrun Najah Ahmad, sebagai pemateri utama, dengan tiga lainnya adalah Hidir Ibrahim, Edi Sudrajat, dan Reka Putra.


"Para pemateri itu sekaligus yang mengawasi konsistensi peserta pasca mengikuti Sekolah Analisis Sosial. Jadi, peserta tetap dalam binaan dan pengawasan para senior," urai Hanip.


Basis Data dan Lapangan


Sementara, Fajrun Najah Ahmad saat memberi materi menegaskan bahwa kualitas analisis sosial tergantung pada validitas data yang dimiliki dan diperkuat dengan fakta lapangan.


Ia memberi contoh. Ketika akan menyampaikan analisis sosial ekonomi mengenai Lampung sebagai wilayah ketahanan pangan nasional, maka harus mempunyai data yang valid. Diantaranya mulai dari luas lahan, tanaman yang diandalkan, wilayah penyebaran, hingga dampak peningkatan ekonomi secara riil bagi petani. Dan diawali dengan memahami benar arah kebijakan atau program yang telah ditetapkan Pemprov Lampung.


"Jangan menganalisis sesuatu tanpa memiliki data valid dan fakta di lapangan. Karena akhir dari kegiatan itu adalah menyampaikan kenyataan yang riil di masyarakat. Dan pemerintah membutuhkan masukan, kritik serta saran berkualitas, yaitu berdasarkan data dan riset lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Fajrun Najah Ahmad.


Ditekankan agar kader PMII dalam menganalisis persoalan sosial -baik ekonomi, politik, budaya, dan kemasyarakatan secara umum- tetap dilakukan secara independen, tanpa ada kepentingan apapun kecuali menyampaikan hal yang sebenarnya untuk bisa dilakukan perbaikan oleh pihak-pihak terkait.


"Jangan kerdilkan kualitas kekaderan hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat dan pragmatis. Menjaga integritas diri lebih bernilai meski mungkin tidak populer. Dan hanya itu pilihan bagi kader PMII," tegas mantan Ketua Umum PMII Lampung pertama yang berasal dari UIN Raden Intan Lampung tersebut. (zal/inilampung)

LIPSUS