-->
Cari Berita

Breaking News

Sari Yuliati Pimpin Kosgoro, Pertanda Dinasty Agung Laksono Berarkhir ?

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Sabtu, 06 Juni 2026

 

Sari Yuliati terpilih aklamasi, dalam Mubes V Kosgoro, Sabtu dini hari, 6 Juni 2026 

INILAMPUNGCOM --- Seperti yang sudah diprediksi banyak kalangan, Sari Yuliati akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 lewat Musyawarah Besar V, PPK Kosgoro 1957, di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Sabtu tadi subuh. 


Bendahara Umum DPP Golkar itu, menggantikan ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong atau Kosgoro 1957 yang sebelumnya dijabat Dave Laksono.


Keterpilihan Sari Yuliati tampaknya menjadi penanda telah habisnya dinasty, kejayaan Agung Laksnono di Partai Golkar. Selama puluhan tahun, Kosgoro identik dengan sosok Agung Laksono, dan tak tergantikan. Usai Agung Laksono turun jabatan Ketua DPP Kosgoro, kursi ketua dilanjutkan putranya, Dave Laksono yang kini masih menjabat anggota komisi I DPR RI. Era Golkar berubah, Kosgoro telah diambil alih Sari Yuliati, yang mengambil start berpolitik dari daerah NTB.


Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Dave Laksono di arena Mubes V Kosgoro, Jumat (5/6/2026)


Keputusan Sari Yuliati sebagai pemenang, diambil setelah seluruh peserta Mubes menyampaikan secara aklamasi, satu dukungan dan persetujuan bulat kepada Sari. Peserta Mubes merupakan unsur Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 dari seluruh Indonesia. Mubes berakhir pada Sabtu pagi dini hari, 6 Juni 2026, pukul 04.00 WIB. 


Ketua Pimpinan Sidang Mubes V Kosgoro 1957, Lamhot Sinaga, secara resmi mengetuk palu sidang sebagai tanda sahnya keputusan forum yang menetapkan Sari Yuliati sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031.


Sebagai simbol estafet kepemimpinan dan amanah organisasi, salah satu tokoh senior Kosgoro, yang bernama Lamhot kemudian menyerahkan Pataka Kosgoro 1957 kepada Sari Yuliati.

Penyerahan pataka menjadi penanda resmi dimulainya kepemimpinan baru PPK Kosgoro 1957 untuk periode 2026–2031.


Prosesi tersebut tampak hidmat dan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Mubes yang hadir. 


Dalam sambutannya, Sari menyatakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh keluarga besar Kosgoro 1957. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kaderisasi, serta meningkatkan kontribusi Kosgoro 1957 dalam pembangunan bangsa.


"Kepercayaan yang diberikan kepada saya merupakan amanah besar yang akan dijalankan bersama seluruh kader Kosgoro 1957 di seluruh Indonesia. Mari kita perkuat persatuan, menjaga soliditas organisasi, dan terus menghadirkan karya serta pengabdian nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Sari.



Siapa Sari Yuliati  

Nama Sari Yuliati kini cukup disegani dipanggung politik nasional. Selain Bendahara Umum, wanita kelahiran Jakarta 2 Juli 1976 itu, kini menjabat Wakil Ketua DPR RI -- sebuah panggung politik prestesius.


Ia mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram. 


Latar belakang keluarganya tak banyak diketahui publik. Yang sering dipublikasi, hanya Sari Yuliati, seorang politisi Indonesia yang menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029. 


Saat ini, ia menduduki sejumlah posisi strategis, yaitu sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Bendahara Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Sari Yuliati mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram.

 

Karier politik Sari Yuliati dimulai ketika ia bergabung dalam Partai Golkar sebagai Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pada tahun 2004. Tahun 2009, dia jabat Bendahara Umum AMPG. 


Perjalanan politiknya terus berlanjut. Pada periode 2009-2014, diangkat Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi Partai Golkar. Kemudian, di tahun 2004 -2016, ketika Golkar pecah antara kelompok Aburizal Bakrie - Agung Laksono, dia (Sari Yuliati) adalah Bendahara Umum DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono.


Pemilu tahun 2019, Sari Yuliati terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 dari NTB dengan perolehan sebanyak 82.803 suara. 


Ia duduk di Komisi III yang bertanggung jawab atas bidang hukum dan keamanan dalam negeri. Terbaru, Selasa 27 Januari 2026 lalu --- Sari didapuk jabatan wakil ketua DPR RI, pengganti Adies Kadies yang telah dilantik Hakim Mahkamah Konstitusi.


Selain moncer di politik, perempuan ini juga menjabat sebagai Direktur Operasional PT Diya Nuansa Anugerah sejak 2009. Perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi yang kemudian membuatnya dikenal sebagai pengusaha.


Berdasarkan penelusuran di laman  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi, Sari terakhir kali memperbaharui jumlah kekayaannya pada 15 Juli 2024. Dalam laporan itu, kekayaan Sari tercatat sebanyak Rp 55.661.774.154 atau Rp 55,6 miliar. 


Latar Pendidikan 

  • SD Negeri 3 Pagi Duren Sawit (1982–1988)
  • SMP Negeri 27 Duren Sawit (1988–1991)
  • SMA Negeri 81 Labschool Rawamangun (1991–1994)
  • S-1 Universitas Trisakti (1995–2000)
  • S-2 Universitas Indonesia (2001–2003)
  • Universitas Kristen Indonesia, Fakultas Hukum Tamat 2025.
  • Program Doktor Ilmu Hukum di UNPAD (Sekarang).


Riwayat Organisasi 

  • Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar (2004–2009)
  • Anggota Kaderisasi Partai Golkar (2009–2014)
  • Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi Partai Golkar (2009–2014)
  • Bendahara Umum DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono (2014–2016)
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar (2016–2017)
  • Wakil Bendahara Umum Koordinator Bidang Indonesia Timur (2017–2019)
  • Ketua Koordinator Wilayah Provinsi NTB DPP Partai Golkar (2017–2019)
  • Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2018–2019, 2019–2024)


Bisnis  

  • Direktur Operasional PT Diya Nuansa Anugerah (2009–sekarang)
  • Anggota DPR-RI (2019–sekarang)
(bi/inilampung)

LIPSUS