INILAMPUNGCOM ---Pembentukan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) di Lampung benar-benar diseriusi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf). Terbukti, Selasa (2/6/2026) pagi digelar rapat desk teknis pembentukannya.
Rapat desk teknis pembentukan KWT Provinsi Lampung yang terfokus pada tiga lokasi strategis, yaitu Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Selatan, itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Parekraf Lampung, Toni Ferdinansyah, dihadiri pejabat administrator dari Bappeda, pejabat Disparekraf, dan beberapa pihak lainnya.
Usai memimpin rapat, Toni Ferdinansyah menjelaskan bahwa rapat desk teknis pembentukan KWT merupakan bagian dari upaya memperkuat arah pembangunan pariwisata daerah yang lebih terintegrasi, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan ekonomi wilayah.
"Kegiatan ini difokuskan pada pembahasan rencana aksi implementasi masterplan KWT di Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Selatan," kata Toni.
Mengenai dipilihnya tiga lokasi strategis KWT itu, Toni menjelaskan, ketiga kabupaten tersebut memiliki potensi pariwisata yang kuat, baik dari sisi bahari, alam, budaya, geopariwisata, maupun konektivitas antar-destinasi. Namun, potensi besar itu perlu diarahkan melalui perencanaan yang lebih operasional agar memiliki dampak nyata dan terintegrasi.
Menurut dia, melalui rapat desk teknis ini Pemprov Lampung bersama perangkat daerah terkait membahas langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa pengembangan KWT dapat berjalan secara bertahap, terukur, dan kolaboratif.
"Pembahasan dalam rapat desk teknis tadi diarahkan pada penajaman konsep kawasan, penentuan prioritas program, penguatan konektivitas destinasi, kesiapan infrastruktur dasar dan amenitas, dukungan kelembagaan, serta peluang investasi yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah," ucap Toni.
Ditambahkan, rapat desk teknis juga menekankan pentingnya penyusunan rencana aksi yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam program prioritas lintas sektor.
Diakui Toni, pengembangan KWT membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, masyarakat lokal, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Dengan demikian, pembangunan pariwisata dapat meningkatkan kualitas pengalaman berwisata dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang muaranya pada peningkatan jumlah kunjungan, peningkatan lama tinggal wisatawan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi," urainya.
Perkuat Tata Kelola Destinasi
Ia berharap, masterplan KWT dapat menjadi dasar bersama untuk mengarahkan investasi, memperkuat tata kelola destinasi serta mendorong pariwisata Lampung sebagai sektor unggulan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
"Melalui pembentukan KWT di Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Selatan ini, Provinsi Lampung diharapkan mampu membangun portofolio destinasi yang lebih kuat, saling terhubung, dan memiliki daya saing regional," Toni menambahkan.
Dijelaskan, KWT di Kabupaten Pesawaran diarahkan untuk memperkuat posisi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
Sedangkan Kabupaten Tanggamus memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kombinasi wisata alam, pegunungan, pesisir, budaya, dan minat khusus.
Sementara, Kabupaten Lampung Selatan memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang pariwisata Lampung yang terhubung dengan jalur t A1ransportasi utama, kawasan pesisir, serta destinasi berbasis alam dan budaya. (zal/inilampung)

