-->
Cari Berita

Breaking News

Tingkatkan Profesionalisme SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

Dibaca : 0
 
Selasa, 02 Juni 2026

PTPN IV Regional VII mengadakan pelatihan dan sertifikasi mandor panen. Foto: Ist.

INILAMPUNGCOM--PTPN IV Regional VII menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti 25 mandor dari berbagai unit kerja sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung operasional perkebunan yang lebih profesional dan berdaya saing.


Kegiatan yang berlangsung pada 22 Mei 2026 itu menjadi langkah strategis perusahaan dalam memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang terstandarisasi dan diakui sesuai kebutuhan industri perkebunan modern.


Mandor panen memiliki peran penting dalam operasional perkebunan karena bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan panen, hingga pengawasan kualitas pekerjaan.


Pelatihan dan sertifikasi tersebut menghadirkan sejumlah asesor dan tenaga ahli di bidang sertifikasi perkebunan, di antaranya Rendy Dwi Hartanto selaku asesor Kementerian Pertanian, Habib Prayitno dari Learning and Certification LPP, Tiara Syafa Maulidza, Roni Mulyawan selaku Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tim Asesor LSP Kementerian Pertanian, Ahmad sebagai pendamping asesor, serta Royan Albab dari Tim TUK Kementerian Pertanian.


Selain memperoleh pembekalan materi teknis, peserta juga mengikuti asesmen kompetensi guna mengukur kemampuan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Kementerian Pertanian.


Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, mengatakan pengembangan kompetensi SDM merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan.


"Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sarana, atau fasilitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal operasional di lapangan, sehingga peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi sangat penting," ujarnya.


Menurut Denny, sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan bukti bahwa seorang mandor memiliki kompetensi yang diakui dan mampu menjalankan tugas secara profesional.


Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pengelolaan kebun dan produktivitas perusahaan.


"Kita harus terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Setiap peningkatan kompetensi karyawan akan menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri dan mencapai target yang semakin tinggi," katanya.


Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait standar kompetensi mandor panen, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan operasional, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), administrasi lapangan, hingga kepemimpinan tim.


PTPN IV Regional VII menilai peningkatan kompetensi SDM merupakan bagian penting dari transformasi perusahaan untuk memperkuat daya saing sektor perkebunan. Melalui program ini, perusahaan berharap dapat mencetak mandor panen yang kompeten, profesional, dan tersertifikasi sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas serta keberlanjutan usaha perkebunan.


Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam membangun insan perkebunan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing sejalan dengan transformasi perusahaan menuju pengelolaan perkebunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan. (mfn/rls)

LIPSUS