![]() |
| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pimpin upacara Sertijab 6 Kapolda, di Mabes Polri, Jakarta, hari Sabtu (4/7/2026). (istimewa) |
INILAMPUNGCOM --- --- Enam Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah) mulai menempati kursi barunya, yakni Kapolda Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat hingga Papua Barat Daya.
Mereka telah dilantik, dan menjalani Serah Terima Jabatan (Sertijab) --- dimana upacara pelantikan dan serahterima jabatan--- dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dihadiri para petinggi Polri, di Rupattama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Dari deretan 6 Kapolda baru, salah yang menarik perhatian adalah Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan. Dia menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, yang memasuki masa purna tugas.
Ruddi Setiawan merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996. Rekam jejaknya, banyak dilaluinya dalam tugas operasi jaringan narboka di Indoensia. Mungkin itu menjadi alasan Kapolri menugas Ruddi ke Aceh.
Dari Kanit III Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kapolres Badung (Bali), Kapolres Denpasar (Bali)
Dirresnarkoba Polda Aceh (2021), Direktur Intelijen BNN (2022), pernah dijalani hingga mengantarkan karirnya dipuncak, Jenderal Bintang.
Penunjukan Ruddi, tertuang dalam surat telegram Kapolri Listyo Sigit Prabowo nomor DT/1335/VI/KEap/2026, tanggal 25 Juni 2026 lalu. Posisi Ruddi Setiawan, sebelumnya adalah Kapuslitbang Polri.
![]() |
| Irjen Pol. Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh (dok) |
Bukan Orang Baru di Aceh
Ruddi Setiawan bukan nama asing di Polda Aceh. Ia pernah menjabat Dirresnarkoba Polda Aceh tahun 2021-2022.
Sebagai mantan Direktur Narkotika dan Direktur Intelijen BNN RI pun pernah dilalui. Ruddi, tampaknya memang banyak fokus di bidang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika).
Ia pernah memimpin langsung operasi pemusnahan puluhan hektar ladang ganja siap panen di kawasan perbukitan Aceh Besar (seperti di Lamteuba dan Indrapuri) bersama instansi terkait.
Ia juga dinilai sukses menggagalkan penyelundupan narkotika jalur laut internasional (Golden Crescent dan Golden Triangle) yang mencoba masuk melalui perairan Selat Malaka dan Aceh.
Saat bertugas di Polsek Metro Penjaringan, ia membongkar jaringan penyelundupan sabu modus kapsul spiral berskala besar dari Tiongkok.
Ruddi Setiawan lahir 24 September 1974. Ruddi, lulusan Akpol 1996 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri.
6 Kapolda dan 2 Pejabat Utama
Kemarin, Sabtu 4 Juli 2026, Kapolda Jenderal Listyo Sigit Prabowo --- telah resmi melaksana Sertijab (serah terima jabatan) Kapolda Aceh, dari pejabat sebelumnya, Irjen Marzuki Ali Basyah kepada Ruddi Setiawan. Acara Sertijab digelar di di Mabes Polri, Jakarta.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, ada enam pejabat setingkat Kapolda, dan pejabat utama yang menjalani Sertijab.
“Pelantikan dan serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Johnny dalam tertulis, yang diterima inilampung.com, Minggu.
Pejabat Utama Mabes Polri:
- Kakorlantas Polri dari Irjen Agus Suryonugroho kepada Irjen Wibowo
- Kapuslitbang Polri dari Irjen Ruddi Setiawan kepada Brigjen Pol. Didi Hayamansyah
Kapolda yang Baru
- Kapolda Aceh dari Irjen Marzuki Ali Basyah kepada Irjen Ruddi Setiawan
- Kapolda Sumatera Barat dari Komjen Gatot Tri Suryanta kepada Irjen Djati Wiyoto Abadhy
- Kapolda Jawa Barat dari Komjen Rudi Setiawan kepada Irjen Pipit Rismanto
- Kapolda Kalimantan Barat dari Irjen Pipit Rismanto kepada Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar
- Kapolda Kalimantan Utara dari Irjen Djati Wiyoto Abadhy kepada Irjen Agus Wijayanto
- Kapolda Papua Barat Daya dari Brigjen Gatot Haribowo kepada Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru.
Kadiv Humas Polri mengatakan para pejabat yang diberikan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. (kgm-2/inilampung)



