INILAMPUNGCOM --- Suasana politik di Kabupaten Pesawaran makin "gonjang-ganjing". Tokoh pendiri kabupaten itu; M. Alzier Dianis Thabranie, terang-terangan menyatakan dukungannya atas sikap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, M. Nasir, Si.Kom, MM.
Seperti diketahui, Rabu lalu, 8 Juli 2026, Nasir mengambil sikap "ngambek" dengan tidak akan menghadiri rapat paripurna DPRD sebelum pemkab merealisasikan seluruh program APBD.
Aksi politisi senior itu berimbas dengan batalnya Rapat Paripurna DPRD Pesawaran beragendakan persetujuan Ranperda Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025.
Menurut Alzier, pernyataan yang disampaikan Wakil Ketua DPRD, M. Nasir, tersebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab wakil rakyat terhadap masyarakat yang mereka wakili, sehingga jangan diinterpretasikan lain.
"Pernyataan saudara Nasir itu benar dan sudah sepatutnya begitu, pembangunan di Pesawaran jangan justru mengalami kemunduran lagi dan mengulang-ngulang kesalahan yang sama," kata Alzier, Senin petang, 13 Juli 2026.
Memangnya Pemkab Pesawaran selama ini banyak kesalahan? "Lha, faktanya di Pesawaran kan memang banyak masalah. Contohnya, masalah-masalah korupsi, seperti mantan Bupati Pesawaran kemarin itu, yang sekarang lagi proses persidangan. Jadi nggak usahlah mencari-cari pembenaran, faktanya memang ada persoalan, ya akui saja sebagai bahan introspeksi bagi para pejabat Pemkab Pesawaran. Jangan banyak berdalih, cobalah dari sekarang ada budaya malu," urai Alzier dengan nada menahan emosi, menanggapi adanya polemik hingga pemboikotan rapat antara DPRD dan Pemkab Pesawaran.
Alzier juga menyoroti tentang pembatalan agenda Rapat Paripurna DPRD, tidak terealisasinya program-program APBD baik di tahun anggaran 2025 maupun 2026 ini.
Ketika dikemukakan bahwa Pemkab Pesawaran beralasan keterbatasan anggaran yang membuat program APBD tidak dapat dilaksanakan, Alzier menukas tajam: "Sudahlah, nggak usah berkilah. Coba turun ke bawah, dengar suara rakyat. Semua memendam kekecewaan. Pemkab jangan hanya bisa beralasan dan mengeluarkan argumen-argumen lip service, tetapi bentuk solusinya apa agar terealisasi?"
Kalau Nggak Mampu, Mundur
Tanpa tedeng aling-aling, Alzier menyarankan agar Bupati Nanda dan Wakil Bupati Antonius berterus terang saja, jika sudah tidak mampu membangun dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Pesawaran lebih baik mundur dan meletakkan jabatan.
"Sebaiknya mundur wae kalau tidak mampu. Jangan menunggu hancur dan tambah rusak kampung halaman kami," tandas tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran ini.
Menurutnya, selama ini persoalan demi persoalan sudah cukup membuat malu kabupaten yang ia perjuangkan itu. Karenanya ia berharap, para wakil rakyat tetap istiqomah memperjuangkan aspirasi masyarakat dan kemajuan pembangunan Kabupaten Pesawaran. (zal/inilampung)

